Unit Pengolah Pusat (UPP) (bahasa Inggris: CPU, singkatan dari Central Processing Unit), merujuk kepada perangkat keras komputer yang memahami dan melaksanakan perintah dan data dari perangkat lunak. Istilah lain, prosesor (pengolah data), sering digunakan untuk menyebut CPU. Adapun mikroprosesor adalah CPU yang diproduksi dalam sirkuit terpadu, seringkali dalam sebuah paket sirkuit terpadu-tunggal. Sejak pertengahan tahun 1970-an, mikroprosesor sirkuit terpadu-tunggal ini telah umum digunakan dan menjadi aspek penting dalam penerapan CPU.Komponen CPU terbagi menjadi beberapa macam, yaitu sebagai berikut.
* Unit kontrol yang mampu mengatur jalannya program. Komponen ini sudah pasti terdapat dalam semua CPU.CPU bertugas mengontrol komputer sehingga terjadi sinkronisasi kerja antar komponen dalam menjalankan fungsi-fungsi operasinya. termasuk dalam tanggung jawab unit kontrol adalah mengambil intruksi-intruksi dari memori utama dan menentukan jenis instruksi tersebut. Bila ada instruksi untuk perhitungan aritmatika atau perbandingan logika, maka unit kendali akan mengirim instruksi tersebut ke ALU. Hasil dari pengolahan data dibawa oleh unit kendali ke memori utama lagi untuk disimpan, dan pada saatnya akan disajikan ke alat output. Dengan demikian tugas dari unit kendali ini adalah:
o Mengatur dan mengendalikan alat-alat input dan output.
o Mengambil instruksi-instruksi dari memori utama.
o Mengambil data dari memori utama (jika diperlukan) untuk diproses.
o Mengirim instruksi ke ALU bila ada perhitungan aritmatika atau perbandingan logika serta mengawasi kerja dari ALU.
o Menyimpan hasil proses ke memori utama.
* Register merupakan alat penyimpanan kecil yang mempunyai kecepatan akses cukup tinggi, yang digunakan untuk menyimpan data dan/atau instruksi yang sedang diproses. Memori ini bersifat sementara, biasanya di gunakan untuk menyimpan data saat di olah ataupun data untuk pengolahan selanjutnya. Secara analogi, register ini dapat diibaratkan sebagai ingatan di otak bila kita melakukan pengolahan data secara manual, sehingga otak dapat diibaratkan sebagai CPU, yang berisi ingatan-ingatan, satuan kendali yang mengatur seluruh kegiatan tubuh dan mempunyai tempat untuk melakukan perhitungan dan perbandingan logika.
* ALU unit yang bertugas untuk melakukan operasi aritmetika dan operasi logika berdasar instruksi yang ditentukan. ALU sering di sebut mesin bahasa karena bagian ini ALU terdiri dari dua bagian, yaitu unit arithmetika dan unit logika boolean yang masing-masing memiliki spesifikasi tugas tersendiri. Tugas utama dari ALU adalah melakukan semua perhitungan aritmatika (matematika) yang terjadi sesuai dengan instruksi program. ALU melakukan semua operasi aritmatika dengan dasar penjumlahan sehingga sirkuit elektronik yang digunakan disebut adder.
Tugas lain dari ALU adalah melakukan keputusan dari suatu operasi logika sesuai dengan instruksi program. Operasi logika meliputi perbandingan dua operand dengan menggunakan operator logika tertentu, yaitu sama dengan (=), tidak sama dengan (¹ ), kurang dari (<), kurang atau sama dengan (£ ), lebih besar dari (>), dan lebih besar atau sama dengan (³ ).
* CPU Interconnections adalah sistem koneksi dan bus yang menghubungkan komponen internal CPU, yaitu ALU, unit kontrol dan register-register dan juga dengan bus-bus eksternal CPU yang menghubungkan dengan sistem lainnya, seperti memori utama, piranti masukan /keluaran.
Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Unit_Pengolah_Pusat
Blog of Mazket, Wahana Berkarya untuk Berbagi Informasi
Sebagai seorang Pemuda, patutlah kita untuk senantiasa berkarya. Janganlah kita menjadi Pemuda yang hanya terdiam menerima apa adanya. Kita harus bisa menjadi generasi perubah. Tentunya generasi perubah ke arah yang lebih baik.
Kitalah yang akan menggantikan generasi orang-orang tua kita. Kitalah generasi baru yang lebih bersemangat untuk menjadi lebih baik. Kitalah generi pencetak generasi selanjutnya yang tentunya harus lebih baik daripada generasi kita.
Semangatlah kawan.....
Marilah kita ubah dunia ini menjadi lebih baik, diawali dari diri kita terlebih dahulu.
Kitalah yang akan menggantikan generasi orang-orang tua kita. Kitalah generasi baru yang lebih bersemangat untuk menjadi lebih baik. Kitalah generi pencetak generasi selanjutnya yang tentunya harus lebih baik daripada generasi kita.
Semangatlah kawan.....
Marilah kita ubah dunia ini menjadi lebih baik, diawali dari diri kita terlebih dahulu.
Sabtu, 18 Desember 2010
Kamis, 16 September 2010
Pendidikan Konservasi
Menurut Undang-Undang Sisdiknas, pendidikan adalah suatu usaha yang dilakukan secara sadar, berulang-ulang dan terus-menerus untuk merubah anak didik atau masyarakat (peserta belajar)ke suatu arah yang diinginkan.
Konsep pendidikan konservasi :
1. Perlindungan sistem penyangga kehidupan
2. Pengawetan keanekaragaman hayati dan plasma nutfah
3. Pemanfaatan sumberdaya alam secara lestari
Pendidikan Konservasi adalah suatu usaha sadar yang dilakukan berulang-ulang/ terus-menerus yang bertujuan supaya masyarakat memiliki kesadaran dan kepedulian terhadap konservasi sumberdaya alam dan segala permasalahannya yang memiliki pengetahuan, sikap,keahlian,motivasi dan komitmen untuk ikut memecahkan masalah konservasi
Tujuan Pendidikan Konservasi
a. mengembangkan kepekaan individu dan kelompok komunitas dan bangsa-bangsa terhadap konservasi sumberdaya alam.
b. memberikan kesempatan kepada semua orang untuk mendapatkan kesadaran, pengetahuan, keahlian dan komitmen untuk melakukan konservasi sumberdaya alam.
c.membentuk pola perilaku yang ramah terhadap sumberdaya alam
d.mengembangkan etika konservasi
e. memberantas buta konservasi
f. meningkatkan kualitas sumberdaya alam
Sasaran Pendidikan konservasi
*Kesadaran (awareness):kesadaran dan kepekaan terhadap sumberdaya alam termasuk permasalahannya
*Pengetahuan (knowledge): pengetahuan danpemahaman terhadap sumberdaya alam, permasalahan peran dan tanggung jawabnya.
*Sikap (attitude) : nilai-nilai sosial, rasa kepedulian yang kuat terhadap sumberdaya alam, motivasi untuk berperanserta dalam upaya-upaya perlindungan, pengawetan dan pemanfaatan sumberdaya alam secara lestari.
*Keterampilan (Skill): keterampilan untuk memecahkan masalah-masalah yang terjadi dalam konservasi sumberdaya alam.
*Kemampuan mengevaluasi (evaluation ability): kemampuan mengevaluasi konservasi sumberdaya alam dan program pendidikan dari segi ekologi, ekonomi, sosial, estetika dan pendidikan.
*Peran serta (participation):mengembangkan rasa tanggung jawab terhadap suatu permasalahan konservasi sumberdaya alam sehingga dapat mengambil tindakan yang relevan untuk pemecahannya.
Sumber : http://www.scribd.com/doc/2408893/Pendidikan-Konservasi
Konsep pendidikan konservasi :
1. Perlindungan sistem penyangga kehidupan
2. Pengawetan keanekaragaman hayati dan plasma nutfah
3. Pemanfaatan sumberdaya alam secara lestari
Pendidikan Konservasi adalah suatu usaha sadar yang dilakukan berulang-ulang/ terus-menerus yang bertujuan supaya masyarakat memiliki kesadaran dan kepedulian terhadap konservasi sumberdaya alam dan segala permasalahannya yang memiliki pengetahuan, sikap,keahlian,motivasi dan komitmen untuk ikut memecahkan masalah konservasi
Tujuan Pendidikan Konservasi
a. mengembangkan kepekaan individu dan kelompok komunitas dan bangsa-bangsa terhadap konservasi sumberdaya alam.
b. memberikan kesempatan kepada semua orang untuk mendapatkan kesadaran, pengetahuan, keahlian dan komitmen untuk melakukan konservasi sumberdaya alam.
c.membentuk pola perilaku yang ramah terhadap sumberdaya alam
d.mengembangkan etika konservasi
e. memberantas buta konservasi
f. meningkatkan kualitas sumberdaya alam
Sasaran Pendidikan konservasi
*Kesadaran (awareness):kesadaran dan kepekaan terhadap sumberdaya alam termasuk permasalahannya
*Pengetahuan (knowledge): pengetahuan danpemahaman terhadap sumberdaya alam, permasalahan peran dan tanggung jawabnya.
*Sikap (attitude) : nilai-nilai sosial, rasa kepedulian yang kuat terhadap sumberdaya alam, motivasi untuk berperanserta dalam upaya-upaya perlindungan, pengawetan dan pemanfaatan sumberdaya alam secara lestari.
*Keterampilan (Skill): keterampilan untuk memecahkan masalah-masalah yang terjadi dalam konservasi sumberdaya alam.
*Kemampuan mengevaluasi (evaluation ability): kemampuan mengevaluasi konservasi sumberdaya alam dan program pendidikan dari segi ekologi, ekonomi, sosial, estetika dan pendidikan.
*Peran serta (participation):mengembangkan rasa tanggung jawab terhadap suatu permasalahan konservasi sumberdaya alam sehingga dapat mengambil tindakan yang relevan untuk pemecahannya.
Sumber : http://www.scribd.com/doc/2408893/Pendidikan-Konservasi
Minggu, 12 September 2010
MANFAAT TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM PEMBELAJARAN DI INDONESIA
Dalam kehidupan pendidikan masyarakat di Indonesia, sudah banyak yang memanfaatkan sebuah alat yang dinamakan komputer. Sekarang komputer bukan merupakan suatu barang yang dianggap “WAH” lagi. Hal ini didasarkan pada banyaknya masyarakat pendidikan di Indonesia yang menggunakan komputer.
Komputer yang dahulu merupakan barang mahal, sekarang harganya sudah turun drastis. Hal ini didasarkan pada banyaknya masyarakat yang membeli komputer untuk menunjang profesi maupun meringankan aktivitas pekerjaannya.
Begitu pula dengan masyarakat pendidikan di Indonesia. Dalam hal ini yang penulis maksud adalah seluruh komponen yang berkecimpung dalam dunia pendidikan. Antara lain murid, guru, pegawai tata usaha, kantor pendidikan mulai dari kecamatan sampai tingkat nasional, maupun stakeholder yang berkegiatan dengan dunia pendidikan.
Karena begitu pentingnya komputer, maka masyarakat pendidikan di Indonesia banyak yang menggunakan komputer sebagai media pembantu dalam lancarnya proses pembelajaran.
Dalam rangka menunjang proses pembelajaran di kelas maupun di luar kelas, pemerintah Indonesia (dalam hal ini Kementerian Pendidikan Nasional) menerapkan sebuah pembelajaran tentang teknologi informasi dan komunikasi.
Menurut PusKur Diknas Indonesia, teknologi informasi dan komunikasi (TIK) mencakup dua aspek, yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi.
Teknologi informasi adalah meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Teknologi komunikasi adalah segala hal yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya.
Teknologi informasi dan teknologi komunikasi adalah suatu padanan yang tidak terpisahkan yang mengandung pengertian luas tentang segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, dan transfer/pemindahan informasi antar media. (http://duniatik.blogspot.com/2008/02/pengertian-teknologi-informasi-dan.html)
Jadi teknologi informasi dan komunikasi merupakan suatu gabungan teknologi perangkat keras dan perangkat lunak yang dapat membantu manusia dalam penyampaian dan penyebarluasan informasi dengan menggunakan media komunikasi.
Manfaat TIK dalam Pembelajaran di Indonesia
Indonesia pernah menggunakan istilah telematika (telematics) untuk arti yang kurang lebih sama dengan TIK yang kita kenal saat ini. Encarta Dictionary mendeskripsikan telematics sebagai telecommunication + informatics (telekomunikasi + informatika) meskipun sebelumnya kata itu bermakna science of data transmission.
Pengolahan informasi dan pendistribusiannya melalui jaringan telekomunikasi membuka banyak peluang untuk dimanfaatkan di berbagai bidang kehidupan manusia, termasuk salah satunya bidang pendidikan. (Wikipedia)
Ide dalam menggunakan TIK mulai bermunculan dengan banyaknya media-media online yang menyediakan fasilitas pembelajaran. Antara lain media online yang mempunyai jargon berawalan huruf e-, mulai dari e-book, e-learning, e-laboratory, e-education, e-library, dan sebagainya. Awalan e bermakna electronics yang secara implisit dimaknai berdasar teknologi elektronika digital.
Penggunaan media online sangatlah membantu masyarakat pendidikan di Indonesia. Karena proses pembelajaran bisa berlangsung kapan saja dan dimana saja tanpa harus dibatasi oleh ruang dan waktu.
Selain media online, pemanfaatan TIK dalam pembelajaran di Indonesia telah memiliki sejarah yang cukup panjang. Pemanfaatan media radio dan televisi dalam pembelajaran pernah terlaksana. Dan itu banyak membantu masyarakat pendidikan yang jauh dari pusat pendidikan. Terutama di daerah yang terpencil nan jauh di sana.
Namun dari manfaat itu, masih ada banyak kelemahan. Kelemahan itu antara lain tidak adanya feedback antara sumber dan penerima siaran pendidikan itu. Apalagi siaran yang dilakukan dari satu arah saja. Sehingga penerima siaran tidak bisa melakukan pertanyaan kepada pihak penyiar.
Namun kita perlu apresiasi dari niat pemerintah Indonesia yang melakukan siaran pendidikan.
Buku Elektronik
Buku elektronik atau e-book adalah salah satu teknologi yang memanfaatkan komputer untuk menayangkan informasi multimedia dalam bentuk yang ringkas dan dinamis. Dalam sebuah e-book dapat diintegrasikan tayangan suara, grafik, gambar, animasi, maupun movie sehingga informasi yang disajikan lebih kaya dibandingkan dengan buku konvensional.
Bentuk yang lebih kompleks dan memerlukan rancangan yang lebih cermat misalnya pada Microsoft Encarta dan Encyclopedia Britannica yang merupakan ensiklopedi dalam format multimedia. Format multimedia memungkinkan e-book menyediakan tidak saja informasi tertulis tetapi juga suara, gambar, movie dan unsur multimedia lainnya. Penjelasan tentang satu jenis musik misalnya, dapat disertai dengan cuplikan suara jenis musik tersebut sehingga pengguna dapat dengan jelas memahami apa yang dimaksud oleh penyaji.
E-learning
Beragam definisi dapat ditemukan untuk e-learning. Victoria L. Tinio, misalnya, menyatakan bahwa e-learning meliputi pembelajaran pada semua tingkatan, formal maupun nonformal, yang menggunakan jaringan komputer (intranet maupun ekstranet) untuk pengantaran bahan ajar, interaksi, dan/atau fasilitasi. Untuk pembelajaran yang sebagian prosesnya berlangsung dengan bantuan jaringan internet sering disebut sebagai online learning. Definisi yang lebih luas dikemukakan pada working paper SEAMOLEC, yakni e-learning adalah pembelajaran melalui jasa elektronik. Meski beragam definisi namun pada dasarnya disetujui bahwa e-learning adalah pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi elektronik sebagai sarana penyajian dan distribusi informasi.
Presentasi
Presentasi merupakan cara yang sudah lama digunakan, dengan menggunakan OHP atau chart. Peralatan yang digunakan sekarang biasanya menggunakan sebuah komputer/laptop dan LCD proyektor. Ada beberapa keuntungan jika kita memanfaatkan TIK diantaranya kita bisa menampilkan animasi dan film, sehingga tampilannya menjadi lebih menarik dan memudahkan siswa untuk menangkap materi yang kita sampaikan. Software yang paling banyak digunakan presentasi adalah Microsoft Powerpoint.
Demonstrasi
Demontrasi biasanya digunakan untuk menampilkan suatu kegiatan di depan kelas, misalnya eksperimen. Kita bisa membuat suatu film cara-cara melakukan suatu kegiatan misalnya cara melakukan pratikum kimia.
Daftar Pustaka
http://duniatik.blogspot.com/2008/02/pengertian-teknologi-informasi-dan.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi_Informasi_Komunikasi
http://makalahkumakalahmu.wordpress.com/2009/03/18/pemanfaatan-teknologi-informasi-dan-komunikasi-sebagai-media-pembelajaran/
Komputer yang dahulu merupakan barang mahal, sekarang harganya sudah turun drastis. Hal ini didasarkan pada banyaknya masyarakat yang membeli komputer untuk menunjang profesi maupun meringankan aktivitas pekerjaannya.
Begitu pula dengan masyarakat pendidikan di Indonesia. Dalam hal ini yang penulis maksud adalah seluruh komponen yang berkecimpung dalam dunia pendidikan. Antara lain murid, guru, pegawai tata usaha, kantor pendidikan mulai dari kecamatan sampai tingkat nasional, maupun stakeholder yang berkegiatan dengan dunia pendidikan.
Karena begitu pentingnya komputer, maka masyarakat pendidikan di Indonesia banyak yang menggunakan komputer sebagai media pembantu dalam lancarnya proses pembelajaran.
Dalam rangka menunjang proses pembelajaran di kelas maupun di luar kelas, pemerintah Indonesia (dalam hal ini Kementerian Pendidikan Nasional) menerapkan sebuah pembelajaran tentang teknologi informasi dan komunikasi.
Menurut PusKur Diknas Indonesia, teknologi informasi dan komunikasi (TIK) mencakup dua aspek, yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi.
Teknologi informasi adalah meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Teknologi komunikasi adalah segala hal yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya.
Teknologi informasi dan teknologi komunikasi adalah suatu padanan yang tidak terpisahkan yang mengandung pengertian luas tentang segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, dan transfer/pemindahan informasi antar media. (http://duniatik.blogspot.com/2008/02/pengertian-teknologi-informasi-dan.html)
Jadi teknologi informasi dan komunikasi merupakan suatu gabungan teknologi perangkat keras dan perangkat lunak yang dapat membantu manusia dalam penyampaian dan penyebarluasan informasi dengan menggunakan media komunikasi.
Manfaat TIK dalam Pembelajaran di Indonesia
Indonesia pernah menggunakan istilah telematika (telematics) untuk arti yang kurang lebih sama dengan TIK yang kita kenal saat ini. Encarta Dictionary mendeskripsikan telematics sebagai telecommunication + informatics (telekomunikasi + informatika) meskipun sebelumnya kata itu bermakna science of data transmission.
Pengolahan informasi dan pendistribusiannya melalui jaringan telekomunikasi membuka banyak peluang untuk dimanfaatkan di berbagai bidang kehidupan manusia, termasuk salah satunya bidang pendidikan. (Wikipedia)
Ide dalam menggunakan TIK mulai bermunculan dengan banyaknya media-media online yang menyediakan fasilitas pembelajaran. Antara lain media online yang mempunyai jargon berawalan huruf e-, mulai dari e-book, e-learning, e-laboratory, e-education, e-library, dan sebagainya. Awalan e bermakna electronics yang secara implisit dimaknai berdasar teknologi elektronika digital.
Penggunaan media online sangatlah membantu masyarakat pendidikan di Indonesia. Karena proses pembelajaran bisa berlangsung kapan saja dan dimana saja tanpa harus dibatasi oleh ruang dan waktu.
Selain media online, pemanfaatan TIK dalam pembelajaran di Indonesia telah memiliki sejarah yang cukup panjang. Pemanfaatan media radio dan televisi dalam pembelajaran pernah terlaksana. Dan itu banyak membantu masyarakat pendidikan yang jauh dari pusat pendidikan. Terutama di daerah yang terpencil nan jauh di sana.
Namun dari manfaat itu, masih ada banyak kelemahan. Kelemahan itu antara lain tidak adanya feedback antara sumber dan penerima siaran pendidikan itu. Apalagi siaran yang dilakukan dari satu arah saja. Sehingga penerima siaran tidak bisa melakukan pertanyaan kepada pihak penyiar.
Namun kita perlu apresiasi dari niat pemerintah Indonesia yang melakukan siaran pendidikan.
Buku Elektronik
Buku elektronik atau e-book adalah salah satu teknologi yang memanfaatkan komputer untuk menayangkan informasi multimedia dalam bentuk yang ringkas dan dinamis. Dalam sebuah e-book dapat diintegrasikan tayangan suara, grafik, gambar, animasi, maupun movie sehingga informasi yang disajikan lebih kaya dibandingkan dengan buku konvensional.
Bentuk yang lebih kompleks dan memerlukan rancangan yang lebih cermat misalnya pada Microsoft Encarta dan Encyclopedia Britannica yang merupakan ensiklopedi dalam format multimedia. Format multimedia memungkinkan e-book menyediakan tidak saja informasi tertulis tetapi juga suara, gambar, movie dan unsur multimedia lainnya. Penjelasan tentang satu jenis musik misalnya, dapat disertai dengan cuplikan suara jenis musik tersebut sehingga pengguna dapat dengan jelas memahami apa yang dimaksud oleh penyaji.
E-learning
Beragam definisi dapat ditemukan untuk e-learning. Victoria L. Tinio, misalnya, menyatakan bahwa e-learning meliputi pembelajaran pada semua tingkatan, formal maupun nonformal, yang menggunakan jaringan komputer (intranet maupun ekstranet) untuk pengantaran bahan ajar, interaksi, dan/atau fasilitasi. Untuk pembelajaran yang sebagian prosesnya berlangsung dengan bantuan jaringan internet sering disebut sebagai online learning. Definisi yang lebih luas dikemukakan pada working paper SEAMOLEC, yakni e-learning adalah pembelajaran melalui jasa elektronik. Meski beragam definisi namun pada dasarnya disetujui bahwa e-learning adalah pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi elektronik sebagai sarana penyajian dan distribusi informasi.
Presentasi
Presentasi merupakan cara yang sudah lama digunakan, dengan menggunakan OHP atau chart. Peralatan yang digunakan sekarang biasanya menggunakan sebuah komputer/laptop dan LCD proyektor. Ada beberapa keuntungan jika kita memanfaatkan TIK diantaranya kita bisa menampilkan animasi dan film, sehingga tampilannya menjadi lebih menarik dan memudahkan siswa untuk menangkap materi yang kita sampaikan. Software yang paling banyak digunakan presentasi adalah Microsoft Powerpoint.
Demonstrasi
Demontrasi biasanya digunakan untuk menampilkan suatu kegiatan di depan kelas, misalnya eksperimen. Kita bisa membuat suatu film cara-cara melakukan suatu kegiatan misalnya cara melakukan pratikum kimia.
Daftar Pustaka
http://duniatik.blogspot.com/2008/02/pengertian-teknologi-informasi-dan.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi_Informasi_Komunikasi
http://makalahkumakalahmu.wordpress.com/2009/03/18/pemanfaatan-teknologi-informasi-dan-komunikasi-sebagai-media-pembelajaran/
Sabtu, 11 September 2010
INFO Blogger Competition
"BLOGGER COMPETITION”
“Aku, Teknologi dan Konservasi”
Anda blogger sejati????
Buktikan dengan mengikuti lomba blog tingkat Universitas Negeri Semarang dapetkan hadiah menariknya…, selain dapat hadiah kamu juga bisa dapet sertifikat dan voucher2 menarik!
Caranya gampang tinggal daftar aja di sini sebelumnya pastikan anda paham syarat dan ketentuannya disana..
Keterangan lebih lajut di
Halal-bihalal, Sekedar Seremonialkah?
Hari Raya Idul Fitri memang mempunyai magnet yang sungguh berpengaruh bagi umat Islam. Setelah sebulan lamanya melaksanakan ibadah puasa Ramadhan, mereka beramai-ramai merayakan Hari Raya Idul Fitri. Banyak tradisi yang terjadi di masyarakat Islam Indonesia. Salah satunya adalah tradisi halal-bihalal atau silahturahmi.
Halal-bihalal berasal dari bahasa (lafadz) Arab yang tidak berdasarkan tata bahasa Arab (ilmu nahwu), sebagai pengganti istilah silaturahmi. Berasal dari kalangan yang tidak mengerti bahasa Arab, tetapi tetap mencintai Islam. Atau bisa dikatakan saling menghalalkan atau saling memaafkan. (Ensiklopedi Indonesia, 1978)
Tapi, apakah halal-bihalal hanyalah seremonial belaka? Mari kita kupas pertanyaan tersebut.
Idul Fitri memiliki arti kembali kepada kesucian, atau kembali ke asal kejadian. Idul Fitri diambil dari bahasa Arab, yaitu fithrah, berarti suci.
Manusia sebagai mahluk sosial pastinya membutuhkan manusia lainnya. Sebagai mahluk sosial, manusia sering bergaul dengan manusia lainnya. Dan itu pun tidak akan terlepas dari suatu kesalahan yang baik disengaja maupun tidak. Oleh karena itu, dihari yang Fitri ini, masyarakat Indonesia melaksanakan suatu tradisi yang disebut halal-bihalal atau silahturahmi. Hal ini dilakukan guna menghemat waktu. Karena jika mengunjungi manusia satu dengan yang satunya lagi pastinya membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Itulah gunanya halal-bihalal untuk mengumpulkan orang-orang agar bisa berkumpul di suatu tempat untuk saling bermaaf-maafan.
Halal-bihalal terjadi banyak di kalangan masyarakat. Mulai dari tingkat keluarga, kampung, perusahaan, pemerintahan, dan lain-lain.
Halal-bihalal berasal dari bahasa (lafadz) Arab yang tidak berdasarkan tata bahasa Arab (ilmu nahwu), sebagai pengganti istilah silaturahmi. Berasal dari kalangan yang tidak mengerti bahasa Arab, tetapi tetap mencintai Islam. Atau bisa dikatakan saling menghalalkan atau saling memaafkan. (Ensiklopedi Indonesia, 1978)
Tapi, apakah halal-bihalal hanyalah seremonial belaka? Mari kita kupas pertanyaan tersebut.
Idul Fitri memiliki arti kembali kepada kesucian, atau kembali ke asal kejadian. Idul Fitri diambil dari bahasa Arab, yaitu fithrah, berarti suci.
Manusia sebagai mahluk sosial pastinya membutuhkan manusia lainnya. Sebagai mahluk sosial, manusia sering bergaul dengan manusia lainnya. Dan itu pun tidak akan terlepas dari suatu kesalahan yang baik disengaja maupun tidak. Oleh karena itu, dihari yang Fitri ini, masyarakat Indonesia melaksanakan suatu tradisi yang disebut halal-bihalal atau silahturahmi. Hal ini dilakukan guna menghemat waktu. Karena jika mengunjungi manusia satu dengan yang satunya lagi pastinya membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Itulah gunanya halal-bihalal untuk mengumpulkan orang-orang agar bisa berkumpul di suatu tempat untuk saling bermaaf-maafan.
Halal-bihalal terjadi banyak di kalangan masyarakat. Mulai dari tingkat keluarga, kampung, perusahaan, pemerintahan, dan lain-lain.
Selasa, 03 Agustus 2010
Kesibukan Prakuliah
Ya begitulah topik yang saya ambil pada hari ini. Memang untuk mencari sebuah topik yang akan saya bahas, bukanlah hal yang mudah. Kadang ada topik yang tiba-tiba muncul, namun tidak ada penjelasan yang tepat untuk menjelaskan. Butuh waktu yang tidak sebentar untuk penulis pemula seperti saya menuliskan sebuah rangkaian kalimat di blog. Jadi buat para Blogger, jangan henti-hentinya untuk senantiasa menuliskan apa saja yang dirasa perlu dituliskan. Meskipun saya sendiri masih belajar menjadi blogger yang baik, dan tidak ada salahnya untuk mengingatkan sesama.
Nah, topik yang saya bahas pada hari ini adalah kesibukan para lulusan SMA/sederajat sebelum kuliah (prakuliah). Memang kebanyakan dari teman-teman lulusan SMA/sederajat yang lulus pada tahun 2010 terlalu lama menganggur. Meskipun tidak banyak juga teman-teman yang mengisi kesibukan bergabung dengan dunia kerja maupun dengan kesibukan yang lainnya.
Hal ini didasarkan pada jadwal Ujian Nasional SMA/sederajat yang biasanya dilaksanakan pada bulan April namun tahun 2010 dimajukan ke bulan Maret. Mungkin untuk tahun-tahun selanjutnya juga akan sama. Sehingga lulusan SMA/sederajat tahun 2010 terlalu lama jeda untuk menerima materi pelajaran (kuliah). Ini untuk teman-teman yang sudah mendapatkan tempat kuliah disekitar bulan Mei maupun sebelumnya.
Hal ini berbeda dengan teman-teman yang masih disibukkan dengan mencari tempat belajar setelah SMA/sederajat. Mereka (teman-teman yang belum mendapatkan tempat kuliah) masih disibukkan dengan mendaftar dan pastinya belajar materi ujian untuk masuk ke sekolah lanjutan (Perguruan Tinggi/Sekolah Tinggi/Institut, dll).
Jadwal Ujian Nasional yang dimajukan dari jadwal biasanya memang banyak mengundang pro-kontra dikalangan masyarakat. Menurut saya, jadwal Ujian Nasional yang dimajukan pastinya membuat persiapan untuk peserta didik kelas XII dan guru pengampu mapel Ujian Nasional kelas XII menjadi lebih pendek persiapannya. Namun jika dilihat lebih seksama, materi Ujian Nasional yang diberikan tidak hanya dari kelas XII saja, namun juga materi pelajaran kelas X dan XI. Jadi tidak ada masalah jika persiapan Ujian Nasional dilakukan sejak dini, sejak kelas X SMA/sederajat.
Ada juga manfaat yang bisa penulis rasakan sebagai seorang siswa lulusan SMA tahun 2010. Mungkin ini juga sama yang dirasakan oleh teman-teman lainya. Lamanya jeda waktu kelulusan dengan waktu masuk kuliah bisa melakukan kegiatan-kegiatan positif.
Banyak kan kegiatan-kegiatan positif yang bisa temen-teman lakukan?
Good luck untuk semuanya....
Semoga kesuksesan senantiasa bersama kita....
Dan kita menjadi Hamba Allah SWT Tuhan Yang Maha Kuasa yang senantiasa pandai bersyukur atas karuniaNYA....
Nah, topik yang saya bahas pada hari ini adalah kesibukan para lulusan SMA/sederajat sebelum kuliah (prakuliah). Memang kebanyakan dari teman-teman lulusan SMA/sederajat yang lulus pada tahun 2010 terlalu lama menganggur. Meskipun tidak banyak juga teman-teman yang mengisi kesibukan bergabung dengan dunia kerja maupun dengan kesibukan yang lainnya.
Hal ini didasarkan pada jadwal Ujian Nasional SMA/sederajat yang biasanya dilaksanakan pada bulan April namun tahun 2010 dimajukan ke bulan Maret. Mungkin untuk tahun-tahun selanjutnya juga akan sama. Sehingga lulusan SMA/sederajat tahun 2010 terlalu lama jeda untuk menerima materi pelajaran (kuliah). Ini untuk teman-teman yang sudah mendapatkan tempat kuliah disekitar bulan Mei maupun sebelumnya.
Hal ini berbeda dengan teman-teman yang masih disibukkan dengan mencari tempat belajar setelah SMA/sederajat. Mereka (teman-teman yang belum mendapatkan tempat kuliah) masih disibukkan dengan mendaftar dan pastinya belajar materi ujian untuk masuk ke sekolah lanjutan (Perguruan Tinggi/Sekolah Tinggi/Institut, dll).
Jadwal Ujian Nasional yang dimajukan dari jadwal biasanya memang banyak mengundang pro-kontra dikalangan masyarakat. Menurut saya, jadwal Ujian Nasional yang dimajukan pastinya membuat persiapan untuk peserta didik kelas XII dan guru pengampu mapel Ujian Nasional kelas XII menjadi lebih pendek persiapannya. Namun jika dilihat lebih seksama, materi Ujian Nasional yang diberikan tidak hanya dari kelas XII saja, namun juga materi pelajaran kelas X dan XI. Jadi tidak ada masalah jika persiapan Ujian Nasional dilakukan sejak dini, sejak kelas X SMA/sederajat.
Ada juga manfaat yang bisa penulis rasakan sebagai seorang siswa lulusan SMA tahun 2010. Mungkin ini juga sama yang dirasakan oleh teman-teman lainya. Lamanya jeda waktu kelulusan dengan waktu masuk kuliah bisa melakukan kegiatan-kegiatan positif.
Banyak kan kegiatan-kegiatan positif yang bisa temen-teman lakukan?
Good luck untuk semuanya....
Semoga kesuksesan senantiasa bersama kita....
Dan kita menjadi Hamba Allah SWT Tuhan Yang Maha Kuasa yang senantiasa pandai bersyukur atas karuniaNYA....
Minggu, 01 Agustus 2010
Semarak HUT RI ke-65 Perum Pepabri
Perum Purnawira Griya Satu atau masyarakat lebih mengenal Perum Pepabri, terletak di Kelurahan Mangunjiwan, Kecamatan Demak, Kabupaten Demak. HUT RI yang masih lama, namun persiapan di Perum Pepabri sudah dilakukan jauh-jauh hari. Panitia sudah mempersiapkan sekitar awal Juli. Sehingga pada awal Agustus ini, Perum Pepabri sudah terlihat lebih semarak daripada tempat-tempat lainnya.
Jadwal acara pun sudah disusun. Dimulai dari kegiatan lomba anak-anak yang dimulai tanggal 1 Agustus 2010. Dan acara yang lebih besar yaitu acara keluarga besar Perum Pepabri yang terdiri dari kegiatan jalan santai, senam aerobik, lomba keluarga dan acara hiburan organ tunggal. Kegiatan keluarga ini dilaksanakan tanggal 8 Agustus 2010. Sebelum tanggal 1 Agustus 2010 pun sudah diadakan kegiatan kerja bakti di lingkungan Perum Pepabri dan sekitarnya.
Untuk acara malam HUT RI ke-65 pun dilakukan dengan sederhana. Hal ini dilandaskan pada mayoritas warga muslim yang sedang malaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan.
Jadwal acara pun sudah disusun. Dimulai dari kegiatan lomba anak-anak yang dimulai tanggal 1 Agustus 2010. Dan acara yang lebih besar yaitu acara keluarga besar Perum Pepabri yang terdiri dari kegiatan jalan santai, senam aerobik, lomba keluarga dan acara hiburan organ tunggal. Kegiatan keluarga ini dilaksanakan tanggal 8 Agustus 2010. Sebelum tanggal 1 Agustus 2010 pun sudah diadakan kegiatan kerja bakti di lingkungan Perum Pepabri dan sekitarnya.
Untuk acara malam HUT RI ke-65 pun dilakukan dengan sederhana. Hal ini dilandaskan pada mayoritas warga muslim yang sedang malaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan.
Rabu, 28 Juli 2010
Aku Cinta Indonesia
Aku Cinta Indonesia
Para Pemuda Indonesia yang mempunyai semangat untuk cinta tentang Indonesia. Ikutilah program acara Aku Cinta Indonesia (ACI) yang diselenggarakan oleh Detikcom. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka ulang tahun yang ke-12 Detikcom. Melalui program ini, Detikcom mencari 33 tim (masing-masing 2 orang) untuk menikmati jutaan pesona dari 33 area di Indonesia. Seluruh biaya termasuk transportasi, akomodasi, dan uang saku yang dibutuhkan dalam perjalanan akan ditanggung oleh Detikcom. 33 tim yang nantinya terpilih sebagai pemenang akan menyebarkan semangat Aku Cinta Indonesia dengan berbagi pengalaman wisata. Tim dengan pengalaman wisata paling menarik akan mendapat Rp 100 Juta.
Untuk lebih lengkapnya, kunjuungi http://aci.detik.com/.
Para Pemuda Indonesia yang mempunyai semangat untuk cinta tentang Indonesia. Ikutilah program acara Aku Cinta Indonesia (ACI) yang diselenggarakan oleh Detikcom. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka ulang tahun yang ke-12 Detikcom. Melalui program ini, Detikcom mencari 33 tim (masing-masing 2 orang) untuk menikmati jutaan pesona dari 33 area di Indonesia. Seluruh biaya termasuk transportasi, akomodasi, dan uang saku yang dibutuhkan dalam perjalanan akan ditanggung oleh Detikcom. 33 tim yang nantinya terpilih sebagai pemenang akan menyebarkan semangat Aku Cinta Indonesia dengan berbagi pengalaman wisata. Tim dengan pengalaman wisata paling menarik akan mendapat Rp 100 Juta.
Untuk lebih lengkapnya, kunjuungi http://aci.detik.com/.
Selasa, 27 Juli 2010
26 Nopember
Terinspirasi oleh kisah sahabat, dan ingin kulukiskan dalam kata2 puisi jawa
Wes Suwe kowe lunga
Ora ana kabar bab kowe
Esuk bengi mung nelangsa
Mikirke kowe
Atiku mung bisa kanggomu
Ora ana sing bisa niru sipatmu
Apa meneh persis
Mung gawe atiku nangis
Mbukak ati kanggo cah ayu
Nanging mung ana sliramu ning atiku
Ngopo aku ora bisa lali karo atimu
Mung ana atimu ning atiku
Nanging nopo kowe lali aku
Aku ora bisa urip karo cah ayu
Mung bisa urip karomu
Mung ana siji ning atiku,sliramu
Wes Suwe kowe lunga
Ora ana kabar bab kowe
Esuk bengi mung nelangsa
Mikirke kowe
Atiku mung bisa kanggomu
Ora ana sing bisa niru sipatmu
Apa meneh persis
Mung gawe atiku nangis
Mbukak ati kanggo cah ayu
Nanging mung ana sliramu ning atiku
Ngopo aku ora bisa lali karo atimu
Mung ana atimu ning atiku
Nanging nopo kowe lali aku
Aku ora bisa urip karo cah ayu
Mung bisa urip karomu
Mung ana siji ning atiku,sliramu
Minggu, 25 Juli 2010
Hujan di Bulan Juli
Ya. Meskipun bulan Juli sudah termasuk musim kemarau, namun hal ini sudah berubah dari kebiasaan. Musim kemarau yang biasanya terjadi dari bulan Maret-September dan September-Maret untuk musim penghujan, sekarang sudah berubah. Hal ini terjadi karena terjadinya pemanasan global atau masyarakat sering menyebutnya global warming. Global warming terjadi karena meningkatnya pemanasan di atmosfer, darat dan laut.
Senin, 19 Juli 2010
Lama Tak Jumpa
Setelah lama tidak pernah membuka account blog ini, rasa kangen ingin mencurahkan segala isi ekspresi dalam kata-kata muncul kembali.
Rasa ingin kembali bergabung dengan kawan-kawan blogger mania untuk setia mencurahkan isi ekspresi.
Tak apalah. Tidak ada kata terlambat untuk sesuatu.
Semoga ini menjadi awal kembali saya setelah lama vakum dalam hal menulis elektronik (e-write).
Rasa ingin kembali bergabung dengan kawan-kawan blogger mania untuk setia mencurahkan isi ekspresi.
Tak apalah. Tidak ada kata terlambat untuk sesuatu.
Semoga ini menjadi awal kembali saya setelah lama vakum dalam hal menulis elektronik (e-write).
Senin, 09 Februari 2009
Pacaran di Kalangan Remaja
Sebagai mahluk sosial, manusia selalu membutuhkan manusia yang lain. Mereka tidak bisa hidup tanpa adanya bantuan dari orang lain. Sehingga mereka akan selalu membutuhkan bantuan orang lain untuk membantu memenuhi kebutuhan masing-masing. Tidak hanya kebutuhan lahir saja yang diinginkan namun juga ada kebutuhan batin yang dibutuhkan oleh manusia.
Dalam penelitian ini, penulis akan membahas tentang salah satu kebutuhan batin remaja yaitu tentang hubungan terhadap lawan jenis yang berdasar cinta kasih. Atau istilahnya para remaja adalah pacaran.
Menurut penelitan yang kami lakukan, remaja sekarang menganggap bahwa pacaran itu antara penting dan tidak penting. Mereka yang menganggap penting karena pacaran bisa menimbulkan rasa senang, dapat menambah tali silahturahmi karena lebih kenal terhadap saudara dari sang pacar dan menimbulkan rasa semangat untuk belajar. Namun remaja yang menganggap tidak penting karena pacaran akan menimbulkan rasa penyesalan dikemudian hari karena dikhianati cintanya oleh sang pacar.
Dari segi positif-negatif, pacaran cenderung memberikan arti positif bagi mereka yang melakukannya. Karena mereka akan mendapatkan pengalaman untuk mencari jodoh. Namun juga tergantung dari pasangan yang menjalani saja karena jika mereka menganggap pacaran itu positif pastinya akan muncul pikiran positif dari mereka dan kegiatan pacaran mereka diisi dengan agenda kegiatan yang menjurus kehubungan positif. Sedangkan mereka yang memberikan arti negatif beralasan bahwa pacaran akan menjerumus pada hal-hal yang bersifat zina
Hubungan remaja yang berpacaran kebanyakan tidak diketahui oleh kedua orang tua masing- masing karena mereka belum berani untuk mengenalkan pacar masing-masing kepada orangtua mereka. Sehingga dalam berpacaran mereka belum mendapatkan restu dari orangtuanya dan hubungan mereka terkesan back street.
Dalam berpacaran, remaja sekarang mulai mengenal pacaran kebanyakan pada usia sekolah menengah pertama (SMP) karena pada masa-masa itu remaja mulai mengenal hubungan terhadap lawan jenis yang lebih mendalam. Sehingga mereka sudah banyak yang berpacaran.
Dari penelitian yang kami lakukan dan kebanyakan respondennya adalah wanita. Mereka lebih suka menerima cinta daripada terlebih dahulu menyatakan cintanya. Dan kebanyakan mereka belum bisa percaya terhadap pacar masing-masing karena mereka takut akan cintanya yang dikhianati.
Namun bagaimana ya yang sedang tidak berpacaran? Mereka kebanyakan menghabiskan waktu-waktunya tanpa pacar dengan cara belajar di rumah. Ada pula yang bergaul dengan banyak teman yang mereka anggap malah lebih bebas untuk memilih teman daripada bergaul dengan satu teman. Ada juga responden yang menyatakan bahwa pacaran akan membuat hidupnya menjadi miskin karena akan menghabiskan uang jajannya untuk mentraktir pacarnya. Selain itu ada pula yang menghindari berpacaran karena meraka belum siap dan ingin berkonsentrasi belajar untuk menggapai cita-citanya.
Dalam penelitian ini, penulis akan membahas tentang salah satu kebutuhan batin remaja yaitu tentang hubungan terhadap lawan jenis yang berdasar cinta kasih. Atau istilahnya para remaja adalah pacaran.
Menurut penelitan yang kami lakukan, remaja sekarang menganggap bahwa pacaran itu antara penting dan tidak penting. Mereka yang menganggap penting karena pacaran bisa menimbulkan rasa senang, dapat menambah tali silahturahmi karena lebih kenal terhadap saudara dari sang pacar dan menimbulkan rasa semangat untuk belajar. Namun remaja yang menganggap tidak penting karena pacaran akan menimbulkan rasa penyesalan dikemudian hari karena dikhianati cintanya oleh sang pacar.
Dari segi positif-negatif, pacaran cenderung memberikan arti positif bagi mereka yang melakukannya. Karena mereka akan mendapatkan pengalaman untuk mencari jodoh. Namun juga tergantung dari pasangan yang menjalani saja karena jika mereka menganggap pacaran itu positif pastinya akan muncul pikiran positif dari mereka dan kegiatan pacaran mereka diisi dengan agenda kegiatan yang menjurus kehubungan positif. Sedangkan mereka yang memberikan arti negatif beralasan bahwa pacaran akan menjerumus pada hal-hal yang bersifat zina
Hubungan remaja yang berpacaran kebanyakan tidak diketahui oleh kedua orang tua masing- masing karena mereka belum berani untuk mengenalkan pacar masing-masing kepada orangtua mereka. Sehingga dalam berpacaran mereka belum mendapatkan restu dari orangtuanya dan hubungan mereka terkesan back street.
Dalam berpacaran, remaja sekarang mulai mengenal pacaran kebanyakan pada usia sekolah menengah pertama (SMP) karena pada masa-masa itu remaja mulai mengenal hubungan terhadap lawan jenis yang lebih mendalam. Sehingga mereka sudah banyak yang berpacaran.
Dari penelitian yang kami lakukan dan kebanyakan respondennya adalah wanita. Mereka lebih suka menerima cinta daripada terlebih dahulu menyatakan cintanya. Dan kebanyakan mereka belum bisa percaya terhadap pacar masing-masing karena mereka takut akan cintanya yang dikhianati.
Namun bagaimana ya yang sedang tidak berpacaran? Mereka kebanyakan menghabiskan waktu-waktunya tanpa pacar dengan cara belajar di rumah. Ada pula yang bergaul dengan banyak teman yang mereka anggap malah lebih bebas untuk memilih teman daripada bergaul dengan satu teman. Ada juga responden yang menyatakan bahwa pacaran akan membuat hidupnya menjadi miskin karena akan menghabiskan uang jajannya untuk mentraktir pacarnya. Selain itu ada pula yang menghindari berpacaran karena meraka belum siap dan ingin berkonsentrasi belajar untuk menggapai cita-citanya.
Rabu, 26 November 2008
BESS
BADAN EKSEKUTIF SPAMA SMANSADE
JENDERAL
SETYO NUGROHO, S.Pd.
KOMANDAN
BAYU EFKA LEIGRAHA NOOR
WAKOMDAN
PRASETYO ADI WOBOWO
SEKRETARIS
1. EKO WAHYU C
2. DESY KURNIA WATI
BENDAHARA
1. NDHIKA JUANG A
2. ASTIKA ANGGRAENI
3. DINAR ISYANA P
4. IZZA AZMI
STAF AHLI
BAG.KEAMANAN
1. DWI YULIANTO
2. IRNA MAYASARI
3. IKHSAN ALI
BAG.UPACARA
1. AGI BAJRUZZAMAN A
2. EKA DYAH W
3. FANY WIJAYA
BAG. KEBERSIHAN
1. FARID WAHYU
2. DITHA FEBRIAN A
3. MAHENDRA YUDHA P
BAG. OLAHRAGA
1. NURUL AINI
2. EVALDO IAN AL HADAD
3. RIZKI ARFIYANI
BAG. KESENIAN
1. WAHIBUL MINAN
2. APRILIANA
3. M. FADLAN
JENDERAL
SETYO NUGROHO, S.Pd.
KOMANDAN
BAYU EFKA LEIGRAHA NOOR
WAKOMDAN
PRASETYO ADI WOBOWO
SEKRETARIS
1. EKO WAHYU C
2. DESY KURNIA WATI
BENDAHARA
1. NDHIKA JUANG A
2. ASTIKA ANGGRAENI
3. DINAR ISYANA P
4. IZZA AZMI
STAF AHLI
BAG.KEAMANAN
1. DWI YULIANTO
2. IRNA MAYASARI
3. IKHSAN ALI
BAG.UPACARA
1. AGI BAJRUZZAMAN A
2. EKA DYAH W
3. FANY WIJAYA
BAG. KEBERSIHAN
1. FARID WAHYU
2. DITHA FEBRIAN A
3. MAHENDRA YUDHA P
BAG. OLAHRAGA
1. NURUL AINI
2. EVALDO IAN AL HADAD
3. RIZKI ARFIYANI
BAG. KESENIAN
1. WAHIBUL MINAN
2. APRILIANA
3. M. FADLAN
Minggu, 31 Agustus 2008
Story Heart
Dikeheningan malam ku baca suratmu
Sudah ku coba menginginkan hatimu
Namun kau tlah dewasa
Seandainya tanganku menjadi sayap
Aku ingin terbang meninggalkanmu
Namun bagaimana lagi
Sulit melupakanmu
Tak menampik rasa rindu yang datang
Tak menampik rasa ingin slalu didekatmu
Tak menampik pula rasa yang tertinggal
Jumat, 29 Agustus 2008
ArT

Pulau Bali memang sudah terkenal ke seluruh dunia dengan budayanya salah satunya yaitu seni drama dan tari. Drama dan tari tidak dapat dipisahkan. Keduanya seperti dua warna permukaan daun sirih, sama-sama mengandung rasa dan aroma yang tidak berbeda.
Budaya Bali memiliki banyak sekali ragam kesenian Drama dan Tari. Ini menunjukkan bahwa budaya kita sangat beradab. Drama dan tari penuh dengan simbol-simbol. Baik simbol dari kehidupan nyata maupun simbol kehidupan alam lain dan mimpi-mimpi. Hanya peradaban manusia yang mengerti arti simbol. Simbolisme yang digambarkan oleh para seniman drama dan tari di Bali sangat komunikatif. Tidak hanya menghibur hati, tetapi dapat memberikan pedoman yang mudah dicerna tentang benar dan salah, tentang baik dan buruk.
Drama dan tari tidak hanya menghubungkan nalar dan rasa antar manusia, tetapi juga menghubungkan alam sekala dan niskala manusia secara harmonis dan estetis. Mengalir terus dipenuhi dengan inovasi baru yang tak pernah terbendung.
Misi kesenian Bali ke luar negeri untuk mempromosikan Bali khususnya dan Indonesia umumnya sudah sering berlangsung dan mendapatkan sambutan antusias dari para penonton yang terkagum dan terkesima dengan gerakan-gerakan tari Bali yang enerjik apalagi tat kala melihat lirikan mata dan jari-jemari yang mengikuti suara gambelan sebagai pengiring tarian. Drama dan tari penuh dengan simbol-simbol. Baik simbol dari kehidupan nyata maupun simbol kehidupan alam lain dan mimpi-mimpi. Hanya peradaban manusia yang mengerti arti simbol. Simbolisme yang digambarkan oleh para seniman drama dan tari di Bali sangat komunikatif. Tidak hanya menghibur hati, tetapi dapat memberikan pedoman yang mudah dicerna tentang benar dan salah, tentang baik dan buruk. Drama dan tari tidak hanya menghubungkan nalar dan rasa antar manusia, tetapi juga menghubungkan alam sekala dan niskala manusia secara harmonis dan estetis.
Tari Bali dapat dikategorikan 2 jenis :
- Tari Bali Sakral yaitu jenis tari bali yang hanya bisa dipentaskan pada waktu berlangsung suatu upacara dimana tarian tersebut merupakan rangkaian dari upacara tersebut.
- Tari Bali yang bisa dipentaskan sewaktu-waktu dan bertujuan untuk menghibur.
Misi kesenian Bali ke luar negeri untuk mempromosikan Bali khususnya dan Indonesia umumnya sudah sering berlangsung dan mendapatkan sambutan antusias dari para penonton yang terkagum dan terkesima dengan gerakan-gerakan tari Bali yang enerjik apalagi tat kala melihat lirikan mata dan jari-jemari yang mengikuti suara gambelan sebagai pengiring tarian. Drama dan tari penuh dengan simbol-simbol. Baik simbol dari kehidupan nyata maupun simbol kehidupan alam lain dan mimpi-mimpi. Hanya peradaban manusia yang mengerti arti simbol. Simbolisme yang digambarkan oleh para seniman drama dan tari di Bali sangat komunikatif. Tidak hanya menghibur hati, tetapi dapat memberikan pedoman yang mudah dicerna tentang benar dan salah, tentang baik dan buruk. Drama dan tari tidak hanya menghubungkan nalar dan rasa antar manusia, tetapi juga menghubungkan alam sekala dan niskala manusia secara harmonis dan estetis.
Tari Bali dapat dikategorikan 2 jenis :
- Tari Bali Sakral yaitu jenis tari bali yang hanya bisa dipentaskan pada waktu berlangsung suatu upacara dimana tarian tersebut merupakan rangkaian dari upacara tersebut.
- Tari Bali yang bisa dipentaskan sewaktu-waktu dan bertujuan untuk menghibur.
Artikel Kemiskinan
Kemiskinan
Hakikat
Istilah “Kemiskinan” sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Dalam kebiasaannya kemiskinan diidentikkan dengan orang yang jelek, rumah kumuh, dan pekerjaan yang kurang dipandang. Namun dalam kenyataannya, kemiskinan di dasari oleh tiga hal yang penting, 1) Orang yang malas, 2) banyaknya tanggungan dalam keluarga, dan 3)Kurangnya ketrampilan dalam mengarungi kehidupan.
Tiga hal tersebut merupakan landasan yang saya gunakan untuk membahas permasalahan mengatasi kemiskinan di Indonesia.
Pembahasan
Istilah “Kemiskinan” sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Dalam kebiasaannya kemiskinan diidentikkan dengan orang yang jelek, rumah kumuh, dan pekerjaan yang kurang dipandang. Namun dalam kenyataannya, kemiskinan di dasari oleh tiga hal yang penting, 1) Orang yang malas, 2) banyaknya tanggungan dalam keluarga, dan 3)Kurangnya ketrampilan dalam mengarungi kehidupan.
Tiga hal tersebut merupakan landasan yang saya gunakan untuk membahas permasalahan mengatasi kemiskinan di Indonesia.
Pembahasan
1. Pengertian
Secara harafiah, kemiskinan berasal dari kata dasar miskin diberi arti “tidak berharta, serba kekurangangan” (Pusat Bahasa Depdiknas, 2005). Dalam pengertian yang lebih luas, kemiskinan dapat dikonotasikan sebagai suatu kondisi ketidak-mampuan baik secara individu, keluarga maupun kelompok, sehingga kondisi ini rentan terhadap timbulnya permasalahan sosial yang lain.
Berbagai sudut pandangan tentang pengertian kemiskinan, pada dasarnya dapat dikelompokkan ke dalam tiga bentuk, yakni kemiskinan struktural, kemiskinan relatif dan kemiskinan absolut. Dari ketiga sudut pandang tersebut, penulis membatasi diri dan lebih menekankan pada kemiskinan absolut, karena pemahaman dari bentuk kemiskinan ini relatif lebih mengena dalam konteks fakir miskin. Kemiskinan absolut adalah situasi penduduk atau sebagian penduduk yang hanya dapat memenuhi makanan, pakaian, dan perumahan yang sangat diperlukan untuk mempertahankan tingkat kehidupan yang minimum (Pusat Bahasa Depdiknas, 2005). Menurut Nasikun (1995), kondisi yang sesungguhnya harus dipahami mengenai kemiskinan :
“Kemiskinan adalah sebuah fenomena multifaset, multidimensional, dan terpadu. Hidup miskin bukan hanya berarti hidup di dalam kondisi kekurangan sandang, pangan, dan papan. Hidup dalam kemiskinan seringkali juga berarti akses yang rendah terhadap berbagai ragam sumberdaya dan aset produktif yang sangat diperlukan untuk dapat memperoleh sarana pemenuhan kebutuhan-kebutuhan hidup yang paling dasar tersebut, antara lain: informasi, ilmu pengetahuan, teknologi dan kapital. Lebih dari itu, hidup dalam kemiskinan sering kali juga berarti hidup dalam alienasi, akses yang rendah terhadap kekuasaan, dan oleh karena itu pilihan-pilihan hidup yang sempit dan pengap”.
Pandangan ini mengisyaratkan bahwa permasalahan kemiskinan tidak hanya berdiri sendiri, sehingga dalam penanggulangannya menuntut pemahaman, kecermatan dan kehati-hatian. Di dalam diri masyarakat miskin tidak hanya terdapat kelemahan (kondisi serba kekurangan), tetapi dalam diri mereka juga terdapat potensi yang dapat dipergunakan sebagai modal dasar dalam pengembangan dirinya. Kondisi ini mengisyaratkan bahwa program penanggulangan kemiskinan harus mampu mengakomodasikan kedua aspek tersebut. Menurut Koenraad Verhagen, (1996), melebih-lebihkan kemiskinan kita cenderung melupakan apa yang mereka miliki. Orang-orang miskin bukanlah orang-orang yang “tidak memiliki” (havenot). Dari sudut pandang ekonomi mereka adalah orang-orang yang memiliki sedikit” (have-little) di sisi lain orang-orang miskin memiliki kekayaan budaya dan sosial. Berkaitan dengan pandangan ini, Gunawan Sumodiningrat (1977) mengemukakan bahwa strategi untuk memberdayakan masyarakat terdapat tiga hal yang harus dilakukan yaitu: (1) Menciptakan suasana atau iklim yang memungkinkan potensi masyarakat berkembang; (2) memperkuat potensi atau daya yang dimiliki masyarakat (empowering); dan (3) Pemberian perlindungan, dalam proses pemberdayaan harus dicegah yang lemah menjadi lebih lemah.
Berdasar uraian di atas dapat dikemukakan bahwa dalam konteks penanggulangan kemiskinan, mereka tidak hanya didekati sebagai objek (gejala yang diamati), tetapi harus dipandang sebagai subjek atau pelaku yang dikelompokkan dalam golongan masyarakat yang berpenghasilan rendah (GMBR). Mereka adalah pelaku yang berperan sepenuhnya untuk menetapkan tujuan, mengendalikan sumber daya, mengarahkan proses yang mempengaruhi kehidupannya. Oleh karena itu, dalam kerangka memahami potensi keluarga miskin, paling tidak terdapat tiga bentuk potensi yang diamati, yakni:
1. Kemampuan dalam memenuhi kebutuhan dasar.
Tinjauan tentang kemampuan dalam memenuhi kebutuhan akan dilihat dari aspek (1) pengeluaran keluarga, (2) human capital atau kemampuan menjangkau tingkat pendidikan dasar formal yang ditamatkan, dan (3) security capital atau kemampuan menjangkau perlindungan dasar.
2. Kemampuan dalam pelaksanaan peran sosial.
Tinjauan tentang kemampuan peran sosial akan dilihat dari (1) kegiatan utama dalam mencari nafkah, (2) peran dalam bidang pendidikan, (3) Peran dalam bidang perlindungan, dan (4) peran dalam bidang
3. Kemampuan dalam menghadapi permasalahan kemiskinan.
Tinjauan tentang kemampuan dalam menghadapi permasalahan, akan dilihat dari upaya mereka lakukan untuk mempertahankan diri dari tekanan ekonomi dan non ekonomi
2. Kemampuan dalam Memenuhi Kebutuhan Dasar.
Tinjauan tentang pengeluaran keluarga, dalam penelitian ini digunakan ketentuan Biro Pusat Statistik (BPS). Dalam ketentuan BPS (2006) disebutkan, kemiskinan mencapai jumlah lebih dari 100 juta jiwa akibat kenaikan harga BBM.
Paling tidak sampai Juli 2007,jumlah penduduk miskin berkisar 37 juta dari tahun sebelumnya yang berkisar 39 juta (BPS, 2007). Bahkan, dibandingkan dengan masa kepemimpinan Megawati, khususnya pada periode 2001-2003,penurunan tersebut lebih rendah. Tingkat penurunan jumlah penduduk miskin tersebut belum fundamental, sehingga pengamatan secara parsial tidak akan berhasil melihat tingkat penurunan tersebut secara konkret.
Jenis pekerjaan yang menjadi pilihan mereka diduga mempunyai keterkaitan dengan rendahnya tingkat pendidikan dan keterampilan sehingga untuk mengakses peluang pekerjaan yang lebih baik relatif sulit. Ditinjau dari aspek pendidikan, sebagian besar (69,4%) responden berpendidikan rendah (SD ke bawah). Secara rinci dapat dikemukakan sebagai berikut: mereka yang Tidak sekolah (1,2%), Tidak Tamat SD (27,2), Tamat SD sebesar 41,0%, Tamat SLTP (19,3%), Tamat SLTA (10,5%), dan tamat Perguruan Tinggi (0,7%). Realitas ini menunjukkan, bahwa kualitas pendidikan sumber daya manusia keluarga fakir miskin masih jauh dari standard (ketentuan pemerintah dalam bentuk wajib belajar 9 tahun).
Ditinjau dari aspek kepemilikan tempat tinggal atau rumah, sebagian besar (77,1%) keluarga telah memiliki rumah sendiri. Selebihnya 14,8% keluarga masih menumpang dan 5,5% keluarga menempati rumah sewa atau kontrakan. Meskipun dari aspek pengeluaran mereka tergolong dalam kategori di bawah garis kemiskinan, ternyata mereka telah mampu menjangkau perlindungan dasar (security capital). Hal ini tentunya terlepas dari kondisi memadai atau tidaknya rumah yang mereka tempati. Sebagai ilustrasi, masih banyak dijumpai tempat tinggal yang berlantai tanah, sulit menjangkau air bersih, dan kondisi yang lebih memprihatinkan adalah masih dijumpai tempat tinggal yang tidak memiliki pemisah antara orang dengan ternak yang mereka pelihara.
Dari realitas di atas, pertanyaannya adalah, mengapa eksistensi mereka masih tetap bertahan hidup dalam berbagai kondisi termasuk dalam kondisi krisis sekalipun. Kondisi ini mengindikasikan bahwa sekecil apapun mereka mempunyai potensi untuk survive. Mereka pada dasarnya bukan masyarakat yang malas bekerja. Mobilitas pekerjaan yang relatif tinggi telah menuntut alokasi waktu mereka untuk bekerja rata-rata lebih dari 10 jam. Jenis pekerjaan untuk memperoleh penghasilan tambahan cukup bervariasi, antara lain bekerja sebagai buruh, pedagang, peternak, pengrajin, tukang kayu, nelayan dan jasa. Di sisi lain, dalam komunitas mereka mempunyai solidaritas yang relatif kuat. Hal ini ditunjukkan dari kegiatan tolong menolong di antara mereka.
3. Kemampuan dalam Pelaksanaan Peran Sosial.
Pokok bahasan tentang peran sosial keluarga fakir miskin pada dasarnya dapat dikelompokkan dalam empat kategori, yaitu: (a) Peran dalam bidang ekonomi (b) Peran dalam bidang pendidikan (c) Peran dalam perlindungan (d) Peran dalam kemasyarakatan. Tinggi rendahnya kemampuan seseorang dalam pelaksanaan peran sosial dilihat dari frekuensi peran yang dilaksanakan.
Peran keluarga fakir miskin dalam bidang ekonomi yang dilihat dari kegiatan utama dalam mencari nafkah. Peran dalam pendidikan (pelaksanaan ibadah atau membimbing keluarga; menanamkan nilai dan norma; mendorong pendidikan keluarga; mengerjakan kegiatan kerumah-tanggaan; mengasuh anak dan mendampingi anak belajar). Peran dalam perlindungan (melindungi keluarga, turut memecahkan masalah keluarga, dan turut serta memelihara kesehatan keluarga).
Hal di atas menunjukkan bahwa peran sosial yang dilaksanakan oleh keluarga fakir miskin lebih banyak bersifat intern. Artinya lebih banyak terkonsentrasi dalam urusan keluarga. Kepala keluarga lebih banyak mengalokasikan waktunya untuk mencari nafkah, pendidikan dan perlindungan keluarga. Rendahnya dalam pelaksanaan peran sosial kemasyarakatan kurang terintegrasi dalam kehidupan keluarga. Mereka tidak begitu aktif untuk melakukan kunjungan keluarga, rekreasi, dan kegiatan lain yang berkaitan dengan kelembagaan. Kegiatan ini tidak dijadikan sebagai kegiatan prioritas. Dalam pendekatan perspektif kultural mendekati masalah kemiskinan pada analisis tingkat masyarakat, kemiskinan terutama ditunjukkan oleh tidak terintegrasinya kaum miskin dengan institusi-institusi masyarakat secara efektif.
Kenyataan ini merupakan suatu fenomena yang umum terjadi pada keluarga miskin. Kondisi ini dapat dipahami mengingat kegiatan mencari nafkah merupakan kegiatan utama yang masih perlu diperjuangkan demi keberlangsungan hidup keluarga. Besarnya tuntutan kebutuhan keluarga membutuhkan konsentrasi lebih besar sehingga waktu mereka lebih banyak dihabiskan untuk mencari nafkah dan mengatasi permasalahan yang dihadapi.
4. Kemampuan dalam Menghadapi Permasalahan Kemiskinan.
Strategi keluarga fakir miskin dalam menghadapi permasalahan keluarga, merupakan salah satu indikator variabel potensi mereka. Dalam konteks ini kemiskinan tidak hanya dipandang sebagai sesuatu yang statis, tetapi mempunyai dinamika sesuai dengan tantangan dan perubahan sosial. Walaupun sebagian masyarakat Indonesia menanggapi permasalahan keluarga dengan penuh kepasrahan, kesabaran yang terkesan sebagai sikap apatis pasif.
Dalam tata kehidupan dan penghidupan masyarakat, setiap keluarga tidak akan terlepas dari permasalahan (goncangan dan tekanan). Permasalahan yang dimaksud di sini dapat berupa permasalahan ekonmomi maupun sosial. Dari uraian terdahulu telah dikemukakan bahwa keluarga fakir miskin mempunyai potensi untuk survive dalam berbagai kondisi. Dinamika dan mobilitas mereka dalam pekerjaan relatif tinggi. Dalam rangka menanggapi goncangan dan tekanan (shock and stress), pada dasarnya mereka mempunyai mereka mempunyai strategi yang cukup handal. Mereka adalah manajer dengan seperangkat aset yang ada di seputar diri dan lingkungannya.
5. Upaya Mengatasi Kemiskinan dengan Bermacam Cara
Kemiskinan merupakan suatu fenomena sosial yang sangat menarik. Dalam perkembangannya, kemiskinan di Indonesia tidak semakin berkurang tetapi semakin bertambah. Dalam ketentuan BPS (2006) disebutkan, kemiskinan mencapai jumlah lebih dari 100 juta jiwa akibat kenaikan harga BBM. Belum lagi masalah lain yang sedang melanda Indonesia.
Untuk mengatasi kemiskinan diperlukan adanya kerjasama yang baik antara pemerintah dengan lembaga-lembaga lainnya. Caranya dengan memberikan pelatihan-pelatihan, pemberian lahan untuk dimanfaatkan ataupun memberikan pinjaman kepada masyarakat yang mempunyai keinginan untuk berkembang menjadi masyarakat yang mampu mengatasi kemiskinan dalam dirinya sendiri, keluarga, ataupun masyarakat sekitar.
Sekarang permasalahannya adalah apakah semua orang yang telah diberikan upaya tersebut akan terbebas dari kemiskinan? Tidak semuanya akan terbebas, mengingat meraka mempunyai tanggungan-tanggungan yang harus dihadapi.
Solusi yang paling mendasar adalah adanya keuletan dari orang tersebut (Orang yang mengalami kemiskinan). Serta adanya bantuan dari pemerintah dan lembaga-lembaga lainnya.
SIMPULAN
Berdasar uraian di atas dapat disimpulkan bahwa dalam konteks penanggulangan kemiskinan, mereka tidak hanya didekati sebagai objek (gejala yang diamati), tetapi harus dipandang sebagai subjek atau pelaku yang dikelompokkan dalam golongan masyarakat yang berpenghasilan rendah (GMBR). Mereka adalah pelaku yang berperan sepenuhnya untuk menetapkan tujuan, mengendalikan sumber daya, mengarahkan proses yang mempengaruhi kehidupannya.
Kemiskinan adalah sebuah fenomena multifaset, multidimensional, dan terpadu. Hidup miskin bukan hanya berarti hidup di dalam kondisi kekurangan sandang, pangan, dan papan. Hidup dalam kemiskinan seringkali juga berarti akses yang rendah terhadap berbagai ragam sumberdaya dan aset produktif yang sangat diperlukan untuk dapat memperoleh sarana pemenuhan kebutuhan-kebutuhan hidup yang paling dasar tersebut.
Dalam penanggulangan kemiskinan, kita tidak hanya mengharapkan bantuan dari pemerintah tetapi kita harus bisa menjadi seorang pengusaha yang sukses.
Awasi kinerja pemerintah jika ada pemerintahan yang korupsi bisa kita laporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi agar kehidupan kita terjamin. Tidak ada yang sangat kaya dari hasil korupsi dan juga tidak ada saudara kita yang masih menderita.
Dalam keluarga miskin, mereka mempunyai potensi- potensi yang bisa dikembangkan lebih. Potensi tersebut antara lain, yaitu kemampuan dalam memenuhi kebutuhan dasar, kemampuan dalam pelaksanaan peran sosial, kemampuan dalam menghadapi permasalahan kemiskinan.
SARAN
1. Permasalahan kemiskinan tidak hanya berdiri sendiri, sehingga dalam penanggulangannya menuntut pemahaman, kecermatan dan kehati-hatian.
2. Kepada pemerintah agar tidak hanya mementingkan kepentingan pribadi saja namun juga memikirkan rakyat yang setiap hari berkehidupan kekurangan.
3. Kepada rakyat miskin agar tidak hanya hidup bermalas-malasan supaya kehidupannya dapat berkecukupan.
4. Menciptakan suasana atau iklim yang memungkinkan potensi masyarakat berkembang.
5. Memperkuat potensi atau daya yang dimiliki masyarakat.
6. Pemberian perlindungan kepada rakyat yang miskin.
Secara harafiah, kemiskinan berasal dari kata dasar miskin diberi arti “tidak berharta, serba kekurangangan” (Pusat Bahasa Depdiknas, 2005). Dalam pengertian yang lebih luas, kemiskinan dapat dikonotasikan sebagai suatu kondisi ketidak-mampuan baik secara individu, keluarga maupun kelompok, sehingga kondisi ini rentan terhadap timbulnya permasalahan sosial yang lain.
Berbagai sudut pandangan tentang pengertian kemiskinan, pada dasarnya dapat dikelompokkan ke dalam tiga bentuk, yakni kemiskinan struktural, kemiskinan relatif dan kemiskinan absolut. Dari ketiga sudut pandang tersebut, penulis membatasi diri dan lebih menekankan pada kemiskinan absolut, karena pemahaman dari bentuk kemiskinan ini relatif lebih mengena dalam konteks fakir miskin. Kemiskinan absolut adalah situasi penduduk atau sebagian penduduk yang hanya dapat memenuhi makanan, pakaian, dan perumahan yang sangat diperlukan untuk mempertahankan tingkat kehidupan yang minimum (Pusat Bahasa Depdiknas, 2005). Menurut Nasikun (1995), kondisi yang sesungguhnya harus dipahami mengenai kemiskinan :
“Kemiskinan adalah sebuah fenomena multifaset, multidimensional, dan terpadu. Hidup miskin bukan hanya berarti hidup di dalam kondisi kekurangan sandang, pangan, dan papan. Hidup dalam kemiskinan seringkali juga berarti akses yang rendah terhadap berbagai ragam sumberdaya dan aset produktif yang sangat diperlukan untuk dapat memperoleh sarana pemenuhan kebutuhan-kebutuhan hidup yang paling dasar tersebut, antara lain: informasi, ilmu pengetahuan, teknologi dan kapital. Lebih dari itu, hidup dalam kemiskinan sering kali juga berarti hidup dalam alienasi, akses yang rendah terhadap kekuasaan, dan oleh karena itu pilihan-pilihan hidup yang sempit dan pengap”.
Pandangan ini mengisyaratkan bahwa permasalahan kemiskinan tidak hanya berdiri sendiri, sehingga dalam penanggulangannya menuntut pemahaman, kecermatan dan kehati-hatian. Di dalam diri masyarakat miskin tidak hanya terdapat kelemahan (kondisi serba kekurangan), tetapi dalam diri mereka juga terdapat potensi yang dapat dipergunakan sebagai modal dasar dalam pengembangan dirinya. Kondisi ini mengisyaratkan bahwa program penanggulangan kemiskinan harus mampu mengakomodasikan kedua aspek tersebut. Menurut Koenraad Verhagen, (1996), melebih-lebihkan kemiskinan kita cenderung melupakan apa yang mereka miliki. Orang-orang miskin bukanlah orang-orang yang “tidak memiliki” (havenot). Dari sudut pandang ekonomi mereka adalah orang-orang yang memiliki sedikit” (have-little) di sisi lain orang-orang miskin memiliki kekayaan budaya dan sosial. Berkaitan dengan pandangan ini, Gunawan Sumodiningrat (1977) mengemukakan bahwa strategi untuk memberdayakan masyarakat terdapat tiga hal yang harus dilakukan yaitu: (1) Menciptakan suasana atau iklim yang memungkinkan potensi masyarakat berkembang; (2) memperkuat potensi atau daya yang dimiliki masyarakat (empowering); dan (3) Pemberian perlindungan, dalam proses pemberdayaan harus dicegah yang lemah menjadi lebih lemah.
Berdasar uraian di atas dapat dikemukakan bahwa dalam konteks penanggulangan kemiskinan, mereka tidak hanya didekati sebagai objek (gejala yang diamati), tetapi harus dipandang sebagai subjek atau pelaku yang dikelompokkan dalam golongan masyarakat yang berpenghasilan rendah (GMBR). Mereka adalah pelaku yang berperan sepenuhnya untuk menetapkan tujuan, mengendalikan sumber daya, mengarahkan proses yang mempengaruhi kehidupannya. Oleh karena itu, dalam kerangka memahami potensi keluarga miskin, paling tidak terdapat tiga bentuk potensi yang diamati, yakni:
1. Kemampuan dalam memenuhi kebutuhan dasar.
Tinjauan tentang kemampuan dalam memenuhi kebutuhan akan dilihat dari aspek (1) pengeluaran keluarga, (2) human capital atau kemampuan menjangkau tingkat pendidikan dasar formal yang ditamatkan, dan (3) security capital atau kemampuan menjangkau perlindungan dasar.
2. Kemampuan dalam pelaksanaan peran sosial.
Tinjauan tentang kemampuan peran sosial akan dilihat dari (1) kegiatan utama dalam mencari nafkah, (2) peran dalam bidang pendidikan, (3) Peran dalam bidang perlindungan, dan (4) peran dalam bidang
3. Kemampuan dalam menghadapi permasalahan kemiskinan.
Tinjauan tentang kemampuan dalam menghadapi permasalahan, akan dilihat dari upaya mereka lakukan untuk mempertahankan diri dari tekanan ekonomi dan non ekonomi
2. Kemampuan dalam Memenuhi Kebutuhan Dasar.
Tinjauan tentang pengeluaran keluarga, dalam penelitian ini digunakan ketentuan Biro Pusat Statistik (BPS). Dalam ketentuan BPS (2006) disebutkan, kemiskinan mencapai jumlah lebih dari 100 juta jiwa akibat kenaikan harga BBM.
Paling tidak sampai Juli 2007,jumlah penduduk miskin berkisar 37 juta dari tahun sebelumnya yang berkisar 39 juta (BPS, 2007). Bahkan, dibandingkan dengan masa kepemimpinan Megawati, khususnya pada periode 2001-2003,penurunan tersebut lebih rendah. Tingkat penurunan jumlah penduduk miskin tersebut belum fundamental, sehingga pengamatan secara parsial tidak akan berhasil melihat tingkat penurunan tersebut secara konkret.
Jenis pekerjaan yang menjadi pilihan mereka diduga mempunyai keterkaitan dengan rendahnya tingkat pendidikan dan keterampilan sehingga untuk mengakses peluang pekerjaan yang lebih baik relatif sulit. Ditinjau dari aspek pendidikan, sebagian besar (69,4%) responden berpendidikan rendah (SD ke bawah). Secara rinci dapat dikemukakan sebagai berikut: mereka yang Tidak sekolah (1,2%), Tidak Tamat SD (27,2), Tamat SD sebesar 41,0%, Tamat SLTP (19,3%), Tamat SLTA (10,5%), dan tamat Perguruan Tinggi (0,7%). Realitas ini menunjukkan, bahwa kualitas pendidikan sumber daya manusia keluarga fakir miskin masih jauh dari standard (ketentuan pemerintah dalam bentuk wajib belajar 9 tahun).
Ditinjau dari aspek kepemilikan tempat tinggal atau rumah, sebagian besar (77,1%) keluarga telah memiliki rumah sendiri. Selebihnya 14,8% keluarga masih menumpang dan 5,5% keluarga menempati rumah sewa atau kontrakan. Meskipun dari aspek pengeluaran mereka tergolong dalam kategori di bawah garis kemiskinan, ternyata mereka telah mampu menjangkau perlindungan dasar (security capital). Hal ini tentunya terlepas dari kondisi memadai atau tidaknya rumah yang mereka tempati. Sebagai ilustrasi, masih banyak dijumpai tempat tinggal yang berlantai tanah, sulit menjangkau air bersih, dan kondisi yang lebih memprihatinkan adalah masih dijumpai tempat tinggal yang tidak memiliki pemisah antara orang dengan ternak yang mereka pelihara.
Dari realitas di atas, pertanyaannya adalah, mengapa eksistensi mereka masih tetap bertahan hidup dalam berbagai kondisi termasuk dalam kondisi krisis sekalipun. Kondisi ini mengindikasikan bahwa sekecil apapun mereka mempunyai potensi untuk survive. Mereka pada dasarnya bukan masyarakat yang malas bekerja. Mobilitas pekerjaan yang relatif tinggi telah menuntut alokasi waktu mereka untuk bekerja rata-rata lebih dari 10 jam. Jenis pekerjaan untuk memperoleh penghasilan tambahan cukup bervariasi, antara lain bekerja sebagai buruh, pedagang, peternak, pengrajin, tukang kayu, nelayan dan jasa. Di sisi lain, dalam komunitas mereka mempunyai solidaritas yang relatif kuat. Hal ini ditunjukkan dari kegiatan tolong menolong di antara mereka.
3. Kemampuan dalam Pelaksanaan Peran Sosial.
Pokok bahasan tentang peran sosial keluarga fakir miskin pada dasarnya dapat dikelompokkan dalam empat kategori, yaitu: (a) Peran dalam bidang ekonomi (b) Peran dalam bidang pendidikan (c) Peran dalam perlindungan (d) Peran dalam kemasyarakatan. Tinggi rendahnya kemampuan seseorang dalam pelaksanaan peran sosial dilihat dari frekuensi peran yang dilaksanakan.
Peran keluarga fakir miskin dalam bidang ekonomi yang dilihat dari kegiatan utama dalam mencari nafkah. Peran dalam pendidikan (pelaksanaan ibadah atau membimbing keluarga; menanamkan nilai dan norma; mendorong pendidikan keluarga; mengerjakan kegiatan kerumah-tanggaan; mengasuh anak dan mendampingi anak belajar). Peran dalam perlindungan (melindungi keluarga, turut memecahkan masalah keluarga, dan turut serta memelihara kesehatan keluarga).
Hal di atas menunjukkan bahwa peran sosial yang dilaksanakan oleh keluarga fakir miskin lebih banyak bersifat intern. Artinya lebih banyak terkonsentrasi dalam urusan keluarga. Kepala keluarga lebih banyak mengalokasikan waktunya untuk mencari nafkah, pendidikan dan perlindungan keluarga. Rendahnya dalam pelaksanaan peran sosial kemasyarakatan kurang terintegrasi dalam kehidupan keluarga. Mereka tidak begitu aktif untuk melakukan kunjungan keluarga, rekreasi, dan kegiatan lain yang berkaitan dengan kelembagaan. Kegiatan ini tidak dijadikan sebagai kegiatan prioritas. Dalam pendekatan perspektif kultural mendekati masalah kemiskinan pada analisis tingkat masyarakat, kemiskinan terutama ditunjukkan oleh tidak terintegrasinya kaum miskin dengan institusi-institusi masyarakat secara efektif.
Kenyataan ini merupakan suatu fenomena yang umum terjadi pada keluarga miskin. Kondisi ini dapat dipahami mengingat kegiatan mencari nafkah merupakan kegiatan utama yang masih perlu diperjuangkan demi keberlangsungan hidup keluarga. Besarnya tuntutan kebutuhan keluarga membutuhkan konsentrasi lebih besar sehingga waktu mereka lebih banyak dihabiskan untuk mencari nafkah dan mengatasi permasalahan yang dihadapi.
4. Kemampuan dalam Menghadapi Permasalahan Kemiskinan.
Strategi keluarga fakir miskin dalam menghadapi permasalahan keluarga, merupakan salah satu indikator variabel potensi mereka. Dalam konteks ini kemiskinan tidak hanya dipandang sebagai sesuatu yang statis, tetapi mempunyai dinamika sesuai dengan tantangan dan perubahan sosial. Walaupun sebagian masyarakat Indonesia menanggapi permasalahan keluarga dengan penuh kepasrahan, kesabaran yang terkesan sebagai sikap apatis pasif.
Dalam tata kehidupan dan penghidupan masyarakat, setiap keluarga tidak akan terlepas dari permasalahan (goncangan dan tekanan). Permasalahan yang dimaksud di sini dapat berupa permasalahan ekonmomi maupun sosial. Dari uraian terdahulu telah dikemukakan bahwa keluarga fakir miskin mempunyai potensi untuk survive dalam berbagai kondisi. Dinamika dan mobilitas mereka dalam pekerjaan relatif tinggi. Dalam rangka menanggapi goncangan dan tekanan (shock and stress), pada dasarnya mereka mempunyai mereka mempunyai strategi yang cukup handal. Mereka adalah manajer dengan seperangkat aset yang ada di seputar diri dan lingkungannya.
5. Upaya Mengatasi Kemiskinan dengan Bermacam Cara
Kemiskinan merupakan suatu fenomena sosial yang sangat menarik. Dalam perkembangannya, kemiskinan di Indonesia tidak semakin berkurang tetapi semakin bertambah. Dalam ketentuan BPS (2006) disebutkan, kemiskinan mencapai jumlah lebih dari 100 juta jiwa akibat kenaikan harga BBM. Belum lagi masalah lain yang sedang melanda Indonesia.
Untuk mengatasi kemiskinan diperlukan adanya kerjasama yang baik antara pemerintah dengan lembaga-lembaga lainnya. Caranya dengan memberikan pelatihan-pelatihan, pemberian lahan untuk dimanfaatkan ataupun memberikan pinjaman kepada masyarakat yang mempunyai keinginan untuk berkembang menjadi masyarakat yang mampu mengatasi kemiskinan dalam dirinya sendiri, keluarga, ataupun masyarakat sekitar.
Sekarang permasalahannya adalah apakah semua orang yang telah diberikan upaya tersebut akan terbebas dari kemiskinan? Tidak semuanya akan terbebas, mengingat meraka mempunyai tanggungan-tanggungan yang harus dihadapi.
Solusi yang paling mendasar adalah adanya keuletan dari orang tersebut (Orang yang mengalami kemiskinan). Serta adanya bantuan dari pemerintah dan lembaga-lembaga lainnya.
SIMPULAN
Berdasar uraian di atas dapat disimpulkan bahwa dalam konteks penanggulangan kemiskinan, mereka tidak hanya didekati sebagai objek (gejala yang diamati), tetapi harus dipandang sebagai subjek atau pelaku yang dikelompokkan dalam golongan masyarakat yang berpenghasilan rendah (GMBR). Mereka adalah pelaku yang berperan sepenuhnya untuk menetapkan tujuan, mengendalikan sumber daya, mengarahkan proses yang mempengaruhi kehidupannya.
Kemiskinan adalah sebuah fenomena multifaset, multidimensional, dan terpadu. Hidup miskin bukan hanya berarti hidup di dalam kondisi kekurangan sandang, pangan, dan papan. Hidup dalam kemiskinan seringkali juga berarti akses yang rendah terhadap berbagai ragam sumberdaya dan aset produktif yang sangat diperlukan untuk dapat memperoleh sarana pemenuhan kebutuhan-kebutuhan hidup yang paling dasar tersebut.
Dalam penanggulangan kemiskinan, kita tidak hanya mengharapkan bantuan dari pemerintah tetapi kita harus bisa menjadi seorang pengusaha yang sukses.
Awasi kinerja pemerintah jika ada pemerintahan yang korupsi bisa kita laporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi agar kehidupan kita terjamin. Tidak ada yang sangat kaya dari hasil korupsi dan juga tidak ada saudara kita yang masih menderita.
Dalam keluarga miskin, mereka mempunyai potensi- potensi yang bisa dikembangkan lebih. Potensi tersebut antara lain, yaitu kemampuan dalam memenuhi kebutuhan dasar, kemampuan dalam pelaksanaan peran sosial, kemampuan dalam menghadapi permasalahan kemiskinan.
SARAN
1. Permasalahan kemiskinan tidak hanya berdiri sendiri, sehingga dalam penanggulangannya menuntut pemahaman, kecermatan dan kehati-hatian.
2. Kepada pemerintah agar tidak hanya mementingkan kepentingan pribadi saja namun juga memikirkan rakyat yang setiap hari berkehidupan kekurangan.
3. Kepada rakyat miskin agar tidak hanya hidup bermalas-malasan supaya kehidupannya dapat berkecukupan.
4. Menciptakan suasana atau iklim yang memungkinkan potensi masyarakat berkembang.
5. Memperkuat potensi atau daya yang dimiliki masyarakat.
6. Pemberian perlindungan kepada rakyat yang miskin.
Kamis, 21 Agustus 2008
Sweet Words
#Jangan tertarik kepada seseorang karena parasnya, sebab keelokan paras dapat menyesatkan. Jangan pula tertarik kepada kekayaannya karena kekayaan dapat musnah. Tertariklah kepada seseorang yang dapat membuatmu tersenyum, karena hanya senyum yang dapat membuat hari-hari yang gelap menjadi cerah. Semoga kamu menemukan orang seperti itu.
# Ada saat-saat dalam hidup ketika kamu sangat merindukan seseorang sehingga ingin hati menjemputnya dari alam mimpi dan memeluknya dalam alam nyata. Semoga kamu memimpikan orang seperti itu.#Bermimpilah tentang apa yang ingin kamu impikan, pergilah ke tempat-tempat kamu ingin pergi. Jadilah seperti yang kamu inginkan, karena kamu hanya memiliki satu kehidupan dan satu kesempatan untuk melakukan hal-hal yang ingin kamu lakukan.
# Semoga kamu mendapatkan kebahagiaan yang cukup untuk membuatmu baik hati, cobaan yang cukup untuk membuatmu kuat, kesedihan yang cukup untuk membuatmu manusiawi, pengharapan yang cukup untuk membuatmu bahagia dan uang yang cukup untuk membeli segala keperluanmu.
# Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain dibukakan. Tetapi acap kali kita terpaku terlalu lama pada pintu yang tertutup sehingga tidak melihat pintu lain yang dibukakan bagi kita.
# Sahabat terbaik adalah dia yang dapat duduk berayun-ayun di beranda bersamamu, tanpa mengucapkan sepatah katapun, dan kemudian kamu meninggalkannya dengan perasaan telah bercakap-cakap lama dengannya.
# Sungguh benar bahwa kita tidak tahu apa yang kita miliki sampai kita kehilangannya, tetapi sungguh benar pula bahwa kita tidak tahu apa yang belum pernah kita miliki sampai kita mendapatkannya.
# Pandanglah segala sesuatu dari kacamata orang lain. Apabila hal itu menyakitkan hatimu, sangat mungkin hal itu menyakitkan hati orang lain pula.
# Kata-kata yang diucapkan sembarangan dapat menyulut perselisihan. Kata-kata yang kejam dapat menghancurkan suatu kehidupan. Kata-kata yang diucapkan pada tempatnya dapat meredakan ketegangan. Kata-kata yang penuh cinta dapat menyembuhkan dan membawa berkat.
# Awal dari cinta adalah membiarkan orang yang kita cintai menjadi dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kita inginkan. Jika tidak, kita hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kita temukan di dalam dia.
# Orang-orang yang paling berbahagiapun tidak selalu memiliki hal-hal terbaik, mereka hanya berusaha menjadikan yang terbaik dari setiap hal yang hadir dalam hidupnya.
#Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dengan beberapa orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana berterimakasih atas karunia itu.
#Hanya diperlukan waktu semenit untuk menaksir seseorang, sejam untuk menyukai seseorang dan sehari untuk mencintai seseorang, tetapi diperlukan waktu seumur hidup untuk melupakan seseorang.
# Kebahagiaan tersedia bagi mereka yang menangis, mereka yang disakiti hatinya, mereka yang mencari dan mereka yang mencoba. Karena hanya mereka itulah yang menghargai pentingnya orang-orang yang pernah hadir dalam hidup mereka.
# Cinta adalah jika kamu kehilangan rasa, gairah, romantika dan masih tetap perduli padanya.
#Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu dan mendapati pada akhirnya bahwa tidak demikian adanya dan kamu harus melepaskannya.
# Cinta dimulai dengan sebuah senyuman, bertumbuh dengan sebuah ciuman dan berakhir dengan tetesan air mata.
# Cinta datang kepada mereka yang masih berharap sekalipun pernah dikecewakan, kepada mereka yang masih percaya sekalipun pernah dikhianati, kepada mereka yang masih mencintai sekalipun pernah disakiti hatinya.
# Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan tidak pernah memiliki keberanian untuk mengutarakan cintamu kepadanya.
# Masa depan yang cerah selalu tergantung pada masa lalu yang dilupakan. Kamu tidak dapat hidup terus dengan baik jika kamu tidak melupakan kegagalan dan sakit hati di masa lalu.
# Jangan pernah mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba, jangan pernah menyerah jika kamu masih merasa sanggup, jangan pernah mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak dapat melupakannya.
# Memberikan seluruh cintamu kepada seseorang bukanlah jaminan dia akan membalas cintamu. Jangan mengharapkan balasan cinta, tunggulah sampai cinta berkembang di hatinya, tetapi jika tidak, berbahagialah karena cinta tumbuh di hatimu.
# Ada hal-hal yang sangat ingin kamu dengar tetapi tidak akan pernah kamu dengar dari orang yang kamu harapkan untuk mengatakannya. Namun demikian, janganlah menulikan telinga untuk mendengar dari orang yang mengatakannya dengan sepenuh hati.
# Waktu kamu lahir, kamu menangis dan orang-orang di sekelilingmu tersenyum. Jalanilah hidupmu sehingga pada waktu kamu meninggal, kamu tersenyum dan orang-orang di sekelilingmu menangis.
Kamis, 14 Agustus 2008
Gelombang Elektromagnetik
a. Teori Maxwell tentang Gelombang Elektromagnetik
Perkembangan teori gelombang elektromagnetik sudah dimulai sejak awal abad 19 oleh Oersted dan Ampere, baru kemudian gagasan medan magnetik oleh Faraday dan disempurnakan oleh Maxwell. Maxwell berpikir bahwa perubahan medan magnetik dapat menimbulkan medan listrik dan perubahan medan listrik akan menimbulkan medan magnetik.
Hukum Faraday menyatakan bahwa perubahan medan magnetik B menimbulkan medan listrik E yang arahnya tegak lurus B. Aturan yang diiinginkan Maxwell, perubahan medan listrik E haruslah menghasilkan medan magnetik B yang tegak lurus E.
Pada tahun 1885 hipotesis Maxwell dapat dibuktikan lewat percobaan oleh Hertz, enam tahun setelah Maxwell meninggal dunia.
Dengan menggetarkan sakelar, terjadi getaran listrik pada rangkaian sekunder yang ditandai dengan loncatan bunga api. Pada kawat yang ditekukan sampai ujung-ujungnya sangat berdekatan juga terlihat adanya loncatan bunga api. Ini membuktikan bahwa ada pemindahan energi elektromagnetik dari kumparan Ruhkorff ke potongan kawat yang terpisah sama sekali.
b. Spektrum Gelombang Elektromagnetik
Spektrum elektromagnetik adalah rentang semua radiasi elektromagnetik yang mungkin. Spektrum elektromagnetik dapat dijelaskan dalam panjang gelombang, frekuensi, atau tenaga per foton. Spektrum ini secara langsung berkaitan:
· Panjang gelombang dikalikan dengan frekuensi ialah kecepatan cahaya: 300 Mm/s, yaitu 300 MmHz
· Energi dari foton adalah 4.1 feV per Hz, yaitu 4.1μeV/GHz
· Panjang gelombang dikalikan dengan energy per foton adalah 1.24 μeVm
Spektrum elektromagnetik dapat dibagi dalam beberapa daerah yang terentang dari sinar gamma gelombang pendek berenergi tinggi sampai pada gelombang mikro dan gelombang radio dengan panjang gelombang sangat panjang. Pembagian ini sebenarnya tidak begitu tegas dan tumbuh dari penggunaan praktis yang secara historis berasal dari berbagai macam metode deteksi. Biasanya dalam mendeskripsikan energi spektrum elektromagnetik dinyatakan dalam elektronvolt untuk foton berenergi tinggi (di atas 100 eV), dalam panjang gelombang untuk energi menengah, dan dalam frekuensi untuk energi rendah (λ ≥ 0,5 mm). Istilah "spektrum optik" juga masih digunakan secara luas dalam merujuk spektrum elektromagnetik, walaupun sebenarnya hanya mencakup sebagian rentang panjang gelombang saja (320 - 700 nm)[1].
Berdasarkan atas panjang gelombang atau frekuensi yang dimiliki, rentang spektrum gelombang elektromagnetik selengkapnya terdiri atas frekuensi yang terendah ke frekuensi yang tertinggi, yaitu :
1. Gelombang Radio
2. Gelombang Mikro
3. Radar
4. Sinar Inframerah
5. Cahaya atau sinar tampak
6. Sinar Ultraviolet
7. Sinar X
8. Sinar Gamma
Gelombang elektromagnetik terdiri atas bermacam-macam gelombang yang berbeda frekuensi dan panjang gelombangnya tetapi kecepatan di ruang hampa sama.
1. Gelombang Radio
Gelombang radio memiliki daerah frekuensi antara 30 kHz – 3 kHz. Gelombang ini dihasilkan oleh muatan-muatan listrik yang dipercepat melelui kawat-kawat penghantar. Muatan-muatan ini dibangkitkan oleh rangkaian-rangkaian elektronik seperti osilator LC, dan digunakan dalam sistem-sistem komunikasi radio. Frekuensi radio menunjuk ke spektrum elektromagnetik di mana gelombang elektromagnetik dapat dihasilkan oleh pemberian arus bolak-balik ke sebuah antena.
2. Gelombang Mikro
Gelombang mikro ini mempunyai panjang gelombang sekitar 10 cm. Gelombang ini juga mudah diserap oleh air, lemak, dan gula, dan sukar diserap oleh molekul-molekul dalam gelas, keramik, kertas, dan beberapa jenis plastik. Prinsip dan sifat ini banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya microwave cooking.
3. Radar
Radar merupakan singkatan dari Radio Detection and Ranging, yang berarti mencari dan menentukan jejak sebuah benda. Radar menggunakan gelombang elektromagnetik dengan frekuensi sekitar 1010 Hz.
Oleh karena panjang gelombang yang digunakan cukup pendek (berbanding terbalik dengan frekuensi gelombang), gelombang ini mudah dipantulkan oleh benda-benda yang cukup besar seperti mobil, pesawat terbang, atau roket. Jika pulsa gelombang yang dikirimkan dipantulkan kembali oleh suatu benda, maka benda tersebut dapat dideteksi keberadaannnya.
4. Sinar Inframerah
Inframerah adalah radiasi elektromagnetik dari panjang gelombang lebih panjang dari cahaya tampak, tetapi lebih pendek dari radiasi gelombang radio. Namanya berarti "bawah merah" (dari bahasa Latin infra, "bawah"), merah merupakan warna dari cahaya tampak dengan gelombang terpanjang. Radiasi inframerah memiliki jangkauan tiga "order" dan memiliki panjang gelombang antara 700 nm dan 1 mm.
Sinar infaramerah dihasilkan oleh elektron dalam moleku-molekul yang bergetar karena benda dipanaskan.
5. Cahaya atau sinar tampak
Sinar yang dapat kelihatan oleh mata kita disebut sinar tampak atau cahaya. Sinar tampak berada pada frekuensi yang cukup sempit dengan panjang gelombang antara 10-6 cm – 10-7 cm dengan spektrum warna dari mulai panjang gelombang besar yaitu merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan panjang gelombang terpendek adalah warna ungu.
6. Sinar Ultraviolet
Sinar ultraviolet mempunyai frekuensi dalam daerah 1.015 Hz sampai 1016 Hz atau dalam daerah panjang gelombang 10-8 sampai 10-7.
Sinar ultraviolet dihasilakan oleh atom atau molekul dalam nyala listrik dan mempunyai energi kimia, sehingga dapat memendarkan barium platina sianida, menghitamkan pelat foto yang berlapis perak bromida, dan mempunyai daya pembunuh kuman-kuman terutama untuk penyakit kulit.
Dengan menggunakan cara spektroskopi dapat memungkinkan untuk mensterilkan peralatan bedah karena sinar ini dapat membunuh mikroorganisme.
7. Sinar X
Sinar X mempunyai daerah frekuensi antara 1016 Hz sampai 1020 Hz atau dalam daerah panjang gelombang 10-11 m sampai 10-8 m, yang pertama kali ditemukan pada tahun 1895 oleh Wihelm K. Rontgen (1845-1923). Oleh karena panjang gelombangnya sangat pendek, sinar-X mempunai daya tembus sangat besar. Daya tembusnya tergantung pada frekuensi, semakin tinggi frekuensinya semakin besar daya tembusnya.
Sinar X dapat dihasilkan dengan cara menembakkan elektron dalam tabung ruang hampa pada permukaan keping logam.
Pada bidang kedokteran, sinar-X digunakan untuk membuat potret bagian dalam tubuh misalnya untuk melihat bagian tulang yang patah, karena sifatnya dapat menembus daging, namun tertahan oleh tulang.
8. Sinar Gamma
Sinar gamma mempunyai frekuensi dalam daerah antara 1020 Hz- 1025 Hz atau panjang gelombang antara 10-13 sampai 10-11 m. Daya tembusnya merupakan yang terbesar sehingga dapat menembus pelat timbal atau pelat besi yang tebalnya beberapa centimeter. Sinar gamma dihasilkan oleh inti-inti atom yang tidak stabil atau dari sinar-sinar kosmik. Alat pendeteksi sinar gamma adalah pencacah Geiger( Geiger Counter), kamar kabut Wilson, emulsi film, dan pencacah sintilasi.
Jika sinar gamma ini menembus jaringan hidup maka energinya akan diserap dan akan merusak sel-sel. Akan tetapi, sinar gamma juga dapat digunakan untuk membunuh sel kanker.
a. Teori Maxwell tentang Gelombang Elektromagnetik
Perkembangan teori gelombang elektromagnetik sudah dimulai sejak awal abad 19 oleh Oersted dan Ampere, baru kemudian gagasan medan magnetik oleh Faraday dan disempurnakan oleh Maxwell. Maxwell berpikir bahwa perubahan medan magnetik dapat menimbulkan medan listrik dan perubahan medan listrik akan menimbulkan medan magnetik.
Hukum Faraday menyatakan bahwa perubahan medan magnetik B menimbulkan medan listrik E yang arahnya tegak lurus B. Aturan yang diiinginkan Maxwell, perubahan medan listrik E haruslah menghasilkan medan magnetik B yang tegak lurus E.
Pada tahun 1885 hipotesis Maxwell dapat dibuktikan lewat percobaan oleh Hertz, enam tahun setelah Maxwell meninggal dunia.
Dengan menggetarkan sakelar, terjadi getaran listrik pada rangkaian sekunder yang ditandai dengan loncatan bunga api. Pada kawat yang ditekukan sampai ujung-ujungnya sangat berdekatan juga terlihat adanya loncatan bunga api. Ini membuktikan bahwa ada pemindahan energi elektromagnetik dari kumparan Ruhkorff ke potongan kawat yang terpisah sama sekali.
b. Spektrum Gelombang Elektromagnetik
Spektrum elektromagnetik adalah rentang semua radiasi elektromagnetik yang mungkin. Spektrum elektromagnetik dapat dijelaskan dalam panjang gelombang, frekuensi, atau tenaga per foton. Spektrum ini secara langsung berkaitan:
· Panjang gelombang dikalikan dengan frekuensi ialah kecepatan cahaya: 300 Mm/s, yaitu 300 MmHz
· Energi dari foton adalah 4.1 feV per Hz, yaitu 4.1μeV/GHz
· Panjang gelombang dikalikan dengan energy per foton adalah 1.24 μeVm
Spektrum elektromagnetik dapat dibagi dalam beberapa daerah yang terentang dari sinar gamma gelombang pendek berenergi tinggi sampai pada gelombang mikro dan gelombang radio dengan panjang gelombang sangat panjang. Pembagian ini sebenarnya tidak begitu tegas dan tumbuh dari penggunaan praktis yang secara historis berasal dari berbagai macam metode deteksi. Biasanya dalam mendeskripsikan energi spektrum elektromagnetik dinyatakan dalam elektronvolt untuk foton berenergi tinggi (di atas 100 eV), dalam panjang gelombang untuk energi menengah, dan dalam frekuensi untuk energi rendah (λ ≥ 0,5 mm). Istilah "spektrum optik" juga masih digunakan secara luas dalam merujuk spektrum elektromagnetik, walaupun sebenarnya hanya mencakup sebagian rentang panjang gelombang saja (320 - 700 nm)[1].
Berdasarkan atas panjang gelombang atau frekuensi yang dimiliki, rentang spektrum gelombang elektromagnetik selengkapnya terdiri atas frekuensi yang terendah ke frekuensi yang tertinggi, yaitu :
1. Gelombang Radio
2. Gelombang Mikro
3. Radar
4. Sinar Inframerah
5. Cahaya atau sinar tampak
6. Sinar Ultraviolet
7. Sinar X
8. Sinar Gamma
Gelombang elektromagnetik terdiri atas bermacam-macam gelombang yang berbeda frekuensi dan panjang gelombangnya tetapi kecepatan di ruang hampa sama.
1. Gelombang Radio
Gelombang radio memiliki daerah frekuensi antara 30 kHz – 3 kHz. Gelombang ini dihasilkan oleh muatan-muatan listrik yang dipercepat melelui kawat-kawat penghantar. Muatan-muatan ini dibangkitkan oleh rangkaian-rangkaian elektronik seperti osilator LC, dan digunakan dalam sistem-sistem komunikasi radio. Frekuensi radio menunjuk ke spektrum elektromagnetik di mana gelombang elektromagnetik dapat dihasilkan oleh pemberian arus bolak-balik ke sebuah antena.
2. Gelombang Mikro
Gelombang mikro ini mempunyai panjang gelombang sekitar 10 cm. Gelombang ini juga mudah diserap oleh air, lemak, dan gula, dan sukar diserap oleh molekul-molekul dalam gelas, keramik, kertas, dan beberapa jenis plastik. Prinsip dan sifat ini banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya microwave cooking.
3. Radar
Radar merupakan singkatan dari Radio Detection and Ranging, yang berarti mencari dan menentukan jejak sebuah benda. Radar menggunakan gelombang elektromagnetik dengan frekuensi sekitar 1010 Hz.
Oleh karena panjang gelombang yang digunakan cukup pendek (berbanding terbalik dengan frekuensi gelombang), gelombang ini mudah dipantulkan oleh benda-benda yang cukup besar seperti mobil, pesawat terbang, atau roket. Jika pulsa gelombang yang dikirimkan dipantulkan kembali oleh suatu benda, maka benda tersebut dapat dideteksi keberadaannnya.
4. Sinar Inframerah
Inframerah adalah radiasi elektromagnetik dari panjang gelombang lebih panjang dari cahaya tampak, tetapi lebih pendek dari radiasi gelombang radio. Namanya berarti "bawah merah" (dari bahasa Latin infra, "bawah"), merah merupakan warna dari cahaya tampak dengan gelombang terpanjang. Radiasi inframerah memiliki jangkauan tiga "order" dan memiliki panjang gelombang antara 700 nm dan 1 mm.
Sinar infaramerah dihasilkan oleh elektron dalam moleku-molekul yang bergetar karena benda dipanaskan.
5. Cahaya atau sinar tampak
Sinar yang dapat kelihatan oleh mata kita disebut sinar tampak atau cahaya. Sinar tampak berada pada frekuensi yang cukup sempit dengan panjang gelombang antara 10-6 cm – 10-7 cm dengan spektrum warna dari mulai panjang gelombang besar yaitu merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan panjang gelombang terpendek adalah warna ungu.
6. Sinar Ultraviolet
Sinar ultraviolet mempunyai frekuensi dalam daerah 1.015 Hz sampai 1016 Hz atau dalam daerah panjang gelombang 10-8 sampai 10-7.
Sinar ultraviolet dihasilakan oleh atom atau molekul dalam nyala listrik dan mempunyai energi kimia, sehingga dapat memendarkan barium platina sianida, menghitamkan pelat foto yang berlapis perak bromida, dan mempunyai daya pembunuh kuman-kuman terutama untuk penyakit kulit.
Dengan menggunakan cara spektroskopi dapat memungkinkan untuk mensterilkan peralatan bedah karena sinar ini dapat membunuh mikroorganisme.
7. Sinar X
Sinar X mempunyai daerah frekuensi antara 1016 Hz sampai 1020 Hz atau dalam daerah panjang gelombang 10-11 m sampai 10-8 m, yang pertama kali ditemukan pada tahun 1895 oleh Wihelm K. Rontgen (1845-1923). Oleh karena panjang gelombangnya sangat pendek, sinar-X mempunai daya tembus sangat besar. Daya tembusnya tergantung pada frekuensi, semakin tinggi frekuensinya semakin besar daya tembusnya.
Sinar X dapat dihasilkan dengan cara menembakkan elektron dalam tabung ruang hampa pada permukaan keping logam.
Pada bidang kedokteran, sinar-X digunakan untuk membuat potret bagian dalam tubuh misalnya untuk melihat bagian tulang yang patah, karena sifatnya dapat menembus daging, namun tertahan oleh tulang.
8. Sinar Gamma
Sinar gamma mempunyai frekuensi dalam daerah antara 1020 Hz- 1025 Hz atau panjang gelombang antara 10-13 sampai 10-11 m. Daya tembusnya merupakan yang terbesar sehingga dapat menembus pelat timbal atau pelat besi yang tebalnya beberapa centimeter. Sinar gamma dihasilkan oleh inti-inti atom yang tidak stabil atau dari sinar-sinar kosmik. Alat pendeteksi sinar gamma adalah pencacah Geiger( Geiger Counter), kamar kabut Wilson, emulsi film, dan pencacah sintilasi.
Jika sinar gamma ini menembus jaringan hidup maka energinya akan diserap dan akan merusak sel-sel. Akan tetapi, sinar gamma juga dapat digunakan untuk membunuh sel kanker.
SPAMA is the cool Class
About Spama :
Spama is one of many class in SMAnSADE. Spama adl kepanjangan dari sebelas ipa lima! Spama merupakan kelas yg pualing yes dari yg yes-yes. Hal ini didukung oleh wali kelas XIA5 yg caem abiszz n guaul buangetBapak Setyo Nugroho sarjana pendidikan !!!!
Apalagie klo kenal ma Leader of SPAMA Comunity yg ngerasa dirinya sok yes tapi emang yes!!! (Kata'a temenQ sich!!! He he he!!! Ojo serik lho!!!)
Wuih, so pasti kalian akan kagum bgt ma anggotana n kalian pastina pengen bgt bisa gabung di SPAMA.
Don't forget me, !!!!!
Silakan yg dah masuk blog ini, tlg kasih comment yaw? Please b4!!!!
Spama is one of many class in SMAnSADE. Spama adl kepanjangan dari sebelas ipa lima! Spama merupakan kelas yg pualing yes dari yg yes-yes. Hal ini didukung oleh wali kelas XIA5 yg caem abiszz n guaul buanget
Apalagie klo kenal ma Leader of SPAMA Comunity yg ngerasa dirinya sok yes tapi emang yes!!! (Kata'a temenQ sich!!! He he he!!! Ojo serik lho!!!)
Wuih, so pasti kalian akan kagum bgt ma anggotana n kalian pastina pengen bgt bisa gabung di SPAMA.
Don't forget me, !!!!!
Silakan yg dah masuk blog ini, tlg kasih comment yaw? Please b4!!!!
About me
Full Name : Bayu Efka Leigraha Noor
Panggilan : Bay, fk, lei or noer
Cool Name : Mazket, Leader, Komandan,
Ttl : nDEMAK, April, 12 1992
Address : Ndemak City
Skul : State Senior High School 1 Ndemak
Class : XI A 5 (SPAMA Comunity)
No. Absen : 06 (Six)
NIS : 071621
Activity at School : Pramuka, Barata, Takraw, n' Taekwondo
Activity at Home : Assisten RT, Badminton, n' Ngewangi wong tuwo!!!!!!
Hobi : Nglekar ning kasur, nuphi, EXT
Achievment :
- Juara 2 lomba Karawitan tk.Kabupaten th 2001
- Juara 2 lomba Karawitan tk.Kabupaten th 2002
- Tergiat 2 Pesta Siaga tk.Kabupaten th 2001
- Juara 1 lomba IPU tk.Kabupaten th 2003
- Kontingen Jambore Nasional Kwarcab Demak th 2006
- Juara 2 Lomba TUS tk.Kabupaten th 2006
- Juara 1 Lomba TUS tk.Kabupaten th 2007
- The Best Danton (With Iqbal n' Irfan) th 2007
- Juara 1 Roscomp Tk. Provinsi kategori PDK th 2008
- Juara 2 Lomba TUS tk.Kabupaten th 2006
- Juara 1 Lomba TUS tk.Kabupaten th 2007
- The Best Danton (With Iqbal n' Irfan) th 2007
- Juara 1 Roscomp Tk. Provinsi kategori PDK th 2008
Langganan:
Postingan (Atom)